DELI SERDANG — Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, menegaskan bahwa pelestarian budaya Batak Toba tidak cukup hanya diwariskan melalui simbol-simbol adat. Ia mendorong generasi muda untuk mengimplementasikan nilai-nilai luhur dalam keseharian mereka agar budaya tetap hidup di tengah arus digitalisasi.
“Jadikan budaya sebagai jati diri kita sehingga dari jauh orang bisa melihat dan mengenali, oh itu orang Batak, tanpa harus memakai ulos sekalipun. Nilai, sikap, dan karakternya sudah mencerminkan identitas Batak Toba,” ujar Bupati dalam seminar bertema “Revitalisasi Nilai Budaya Batak Toba di Era Digital: Warisan untuk Gen Z.”
Karakter Jadi Cermin Identitas, Bukan Sekadar Pakaian Adat
Bupati menilai kebudayaan Batak Toba memiliki fondasi kuat dalam pembentukan karakter masyarakat. Nilai-nilai seperti gotong royong, hormat kepada orang tua, dan semangat juang dinilai sebagai warisan yang harus dipertahankan. Menurutnya, generasi Z yang tumbuh dengan gawai justru bisa menjadi ujung tombak revitalisasi budaya jika nilai-nilai itu dihidupkan kembali.
Seminar yang digelar di Workshop PT Perissos Andalan Abadi, Jalan Gelugur Rimbun, Desa Telaga Sari, Kecamatan Sunggal, dihadiri puluhan pemuda dan tokoh adat. Acara ini menjadi forum diskusi tentang cara menanamkan identitas Batak Toba tanpa harus meninggalkan kemajuan teknologi.
Dukungan Penuh Pemkab untuk Gerakan Pelestarian di Akar Rumput
Bupati Asri Ludin Tambunan menyampaikan dukungan penuh terhadap berbagai upaya pelestarian budaya Batak Toba yang dilakukan masyarakat dan pemangku kepentingan. Ia berharap gerakan pelestarian yang dimulai dari Sunggal bisa menjadi contoh bagi kecamatan lain di Deli Serdang.
“Saya mendukung penuh pelestarian budaya Batak Toba. Harapannya, gerakan pelestarian di Sunggal bisa menjadi contoh bagi wilayah lainnya,” katanya.
Seminar ini menjadi salah satu langkah konkret Pemkab Deli Serdang dalam merespons tantangan era digital yang kerap mengikis nilai-nilai tradisional. Dengan melibatkan Gen Z secara langsung, diharapkan budaya Batak Toba tidak hanya menjadi tontonan di panggung adat, tetapi benar-benar hidup dalam keseharian generasi muda.