SIBOLANGIT — Kegiatan yang berlangsung di kawasan wisata Green Hill, Sibolangit, itu mengusung tema “Tampakna do Rantosna, Rim ni Tahi do Gogona”. Dalam bahasa Batak, frasa tersebut bermakna bahwa kekuatan sejati hanya terwujud melalui persatuan dan kebersamaan.
Selama dua hari, para alumni yang tersebar di berbagai daerah di Sumatera Utara berkumpul bersama keluarga. Suasana kekeluargaan tampak dominan, tidak hanya dalam sesi rekreasi, tetapi juga dalam diskusi santai yang menyelingi acara.
Jaringan Alumni sebagai Modal Sosial
Rahudman Harahap menekankan pentingnya memelihara hubungan silaturahmi antaralumni. Menurutnya, jaringan ini bukan sekadar nostalgia masa sekolah, melainkan aset sosial yang bisa dikonversi menjadi kontribusi nyata.
“Hubungan silaturahmi antaralumni harus terus dipelihara sehingga dapat memberikan sumbangan pemikiran, masukan, dan dukungan dalam mewujudkan kolaborasi Sumut Berkah,” ujar Rahudman di sela kegiatan.
Dengan latar belakang profesi yang beragam—mulai dari birokrat, pengusaha, akademisi, hingga praktisi hukum—alumni dinilai memiliki kapasitas untuk saling bertukar pengalaman dan memperluas jejaring. Sinergi lintas sektor inilah yang diharapkan dapat mendorong percepatan pembangunan di Sumatera Utara.
Bukan Sekadar Rekreasi Keluarga
Bagi peserta, acara ini lebih dari sekadar liburan. Momen kebersamaan menjadi ruang untuk menanamkan nilai persaudaraan kepada generasi penerus. Beberapa alumni membawa serta anak-anak mereka, memperkenalkan sejak dini arti penting solidaritas dan kebersamaan.
Antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir rangkaian acara. Interaksi yang terjalin memperlihatkan ikatan emosional yang kuat, terbentuk sejak masa pendidikan di SMAN 2 Padangsidimpuan dan terus terpelihara hingga kini.
Harapan Ke Depan
Ikatan Alumni SMAN 2 Padangsidimpuan DPD Sumatera Utara berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkala. Tidak hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai wadah melahirkan program-program kolaboratif yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Semangat “Tampakna do Rantosna” yang diusung dalam kegiatan ini menegaskan bahwa kekuatan alumni tidak diukur dari jumlah, melainkan dari kemampuan menjaga persatuan dan membangun kontribusi nyata bagi Sumatera Utara.