TAPANULI UTARA — Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, mendorong petani di Kecamatan Parmonangan untuk mengoptimalkan lahan tidur guna mengejar ketertinggalan ekonomi dari kabupaten tetangga. Hal itu disampaikan saat penyaluran bantuan bibit durian Musang King hasil kerja sama Pemkab Taput dengan PT Taspen melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
PDRB Pertanian Taput Tertinggal Jauh dari Karo
Wabup Deni mengungkapkan data yang mencolok: Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor pertanian Taput baru mencapai Rp5 triliun. Angka itu jauh di bawah Kabupaten Karo yang sudah menembus Rp15 triliun. "Mereka efektif memanfaatkan lahan kosong. Durian Musang King punya nilai pasar tinggi, bahkan pengusaha lokal kita sudah ada yang sukses tembus pasar Medan," ujarnya optimis di hadapan para petani.
Fungsi Ganda: Ekonomi Petani dan Mitigasi Bencana
Kepala Dinas Perkimlindup Taput, Nokman Simanungkalit, menambahkan bahwa program ini bukan sekadar soal hasil panen. Penanaman pohon durian yang berakar kuat juga menjadi strategi mitigasi bencana. "Gerakan ini selaras dengan visi misi pemda. Akar pohon durian efektif mencegah erosi di wilayah Parmonangan yang rawan longsor," jelasnya.
Distribusi Bibit Difokuskan di Tiga Desa
Dari total 1.500 batang bibit, alokasi terbesar diberikan kepada Desa Lobu Sunut sebanyak 850 batang. Desa Pertengahan menerima 500 batang, dan sisanya 150 batang disalurkan ke kelompok tani spesifik di Desa Manalu Dolok serta Desa Hutatinggi. Bantuan ini difasilitasi oleh PT Taspen Kantor Cabang Pematangsiantar.
Kabid Layanan dan Manfaat PT Taspen Pematangsiantar, Elisabeth Sibarani, berharap bantuan ini memberikan dampak ekologis dan ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat. Untuk memastikan keberhasilan, Pemkab Taput juga menggandeng Bank Sumut guna memfasilitasi penguatan permodalan bagi kelompok tani yang dinilai gigih dan tekun.
Petani Berkomitmen Rawat Bibit Demi Panen Bersama
Apresiasi tinggi datang dari tokoh masyarakat, Rajin Manalu. Menurutnya, bantuan bibit kelas premium ini langsung membakar semangat para petani di Parmonangan. "Kami berkomitmen merawatnya dengan sungguh-sungguh agar lima tahun lagi kita bisa panen bersama," pungkasnya.