MADINA — Sebanyak 180 anak yatim di Mandailing Natal menerima santunan dari pemerintah daerah pada peringatan 10 Muharram 1448 Hijriah. Kegiatan dipusatkan di Masjid Agung Nur Ala Nur Aek Godang, Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Kamis.
Bupati Mandailing Natal Saipullah Nasution dalam sambutannya menekankan makna hijrah sebagai perubahan sikap dan perilaku, bukan sekadar perpindahan tempat.
Makna Hijrah dan Kepedulian Sosial
“Hari ini kita berkumpul memperingati Tahun Baru Islam dan 10 Muharram. Mari kita jadikan momentum ini untuk berhijrah dan memperbaiki diri,” kata Saipullah.
Ia menjelaskan, semangat hijrah harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, dari yang kurang baik menuju lebih baik. Momentum 10 Muharram juga dinilai tepat untuk meningkatkan kepedulian sosial, terutama kepada anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan.
“Melalui kegiatan ini, kita perbanyak berbuat kebaikan. Berbagi kepada anak yatim merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial yang diharapkan membawa keberkahan,” ujarnya.
Bantuan Alat untuk Penyandang Disabilitas
Selain santunan kepada 180 anak yatim, pemerintah daerah juga menyerahkan bantuan alat bantu kepada penyandang disabilitas. Acara diisi zikir dan doa bersama serta tausiyah agama oleh Al-Ustadz H. Muhammad Daud Sagita Putra mengenai keutamaan bulan Muharram dan anjuran memuliakan anak yatim.
Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution, Ketua TP PKK Ny. Yupri Astuti Saipullah Nasution, unsur Forkopimda, Kepala Kementerian Agama Madina, Majelis Ulama Indonesia, pimpinan organisasi perangkat daerah, serta para camat setempat.