MEDAN — Sebanyak 674 atlet dari 58 kontingen siap bertanding dalam Open Turnamen Pencak Silat IPSI Kota Medan tahun 2026 yang resmi dibuka Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, di GOR Kebun Bunga, Jumat (19/6/2026) malam. Gelaran yang berlangsung tiga hari ke depan ini menjadi ajang pembuktian bagi para pesilat muda Kota Medan.
Silat Bukan Sekadar Olahraga Fisik
Dalam sambutannya, Rico Waas menekankan bahwa pencak silat memiliki nilai lebih dari sekadar kompetisi atau seni bela diri. Ia menyebut silat sebagai warisan leluhur yang mencerminkan jati diri bangsa.
"Silat adalah bagian dari budaya kita yang perlu dilestarikan dan dijaga. Ini adalah olahraga asli dari Indonesia. Kami bangga melihat adik-adik sekalian yang mau terus menekuni budaya ini," kata Rico Waas di hadapan para atlet.
Harapan Lahirnya Atlet Muda Berbakat
Rico Waas optimistis turnamen ini menjadi ruang inspirasi bagi masyarakat untuk kembali mencintai kebudayaan lokal. Ia juga berharap dari ajang ini lahir atlet-atlet muda yang mampu mengharumkan nama Kota Medan di level yang lebih tinggi.
"Mudah-mudahan nantinya para pemenang akan maju ke Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara dan juga akan menjadi pemenang nomor satu di Sumatera Utara dari Kota Medan," ujarnya.
Sesi Interaksi dan Hadiah untuk Penjaga Budaya
Untuk membakar semangat para peserta, Wali Kota Medan sempat mengadakan sesi interaksi langsung. Ia menjanjikan hadiah berupa satu set seragam silat tambahan bagi atlet yang berani berdialog dan menjawab tantangannya.
Hadir dalam pembukaan turnamen tersebut, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Medan Tengku Chairuniza, Ketua Umum IPSI Kota Medan Haris Muda Siregar, serta Ketua KONI Kota Medan Aswindy Fachrizal.