SUMATERA UTARA — Kobaran api melahap empat unit kapal yang tengah bersandar di Jalan Raya Pelabuhan Gabion, Belawan. Keempat kapal tersebut adalah KM Maharani Nusantara, KM Mitra Rezeki Makmur, KM Maharani Sempurna, dan KM Maharani Sejati. Satu kapal lain, KM Rezeki Makmur, berhasil dievakuasi meski strukturnya mengalami kerusakan berat.
Respons Cepat TNI AL dan Damkar
Komando Daerah Angkatan Laut I (Kodaeral I) langsung mengerahkan personel dan alutsista di bawah instruksi Komandan Detasemen Markas, Kolonel Laut (PM) Muhammad Darwin. Lettu Mar Hambali bersama tim taktis diterjunkan ke lokasi menggunakan satu unit mobil pemadam kebakaran Kodaeral I pada pukul 12.25 WIB.
Di laut, personel Posal Medan Labuhan menyisir perairan menggunakan Speed Posal dan Patkamla Camar. Langkah ini untuk mengamankan jalur evakuasi dan menjauhkan kapal-kapal lain yang bersandar dari zona bahaya. Sinergi di darat diperkuat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Medan yang mengerahkan 18 unit armada.
Api Padam, Tidak Ada Korban Jiwa
Setelah berjibaku selama lebih dari satu jam, api berhasil dipadamkan pada pukul 13.30 WIB. Operasi dilanjutkan dengan fase pendinginan menyeluruh untuk mengantisipasi titik api tersembunyi. Otoritas memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini.
Berdasarkan investigasi awal, api diduga kuat berasal dari percikan las saat aktivitas perbaikan tangki BBM di KM Maharani Nusantara pasca-bongkar muatan ikan. Penyebab pastinya kini masih dalam penyelidikan mendalam pihak kepolisian.
TNI AL: Wujud Pengabdian untuk Keselamatan Publik
Kolonel Laut (PM) Muhammad Darwin menegaskan keterlibatan aktif prajurit dalam skenario darurat ini merupakan wujud nyata komitmen institusi terhadap keselamatan publik.
“Respons cepat yang ditunjukkan oleh prajurit di lapangan adalah bukti kesiapsiagaan operasional pangkalan dalam menghadapi segala bentuk kontinjensi di wilayah maritim. Kami hadir bukan hanya untuk menjaga kedaulatan sektor perairan, melainkan untuk memastikan bahwa instrumen negara terkoneksi dengan kuat dalam melindungi fasilitas publik dan aktivitas ekonomi para nelayan dari ancaman bencana,” tegasnya.
Usai situasi dinyatakan sepenuhnya aman dan terkendali, seluruh personel dan armada taktis penolong kembali merapat ke Markas Komando Daerah Angkatan Laut I pada pukul 14.20 WIB.