SUMATERA UTARA — PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menyediakan dua kategori utama bagi investor yang ingin menempatkan dana di logam mulia perak. Pertama, Perak Murni Batangan dengan kadar kemurnian 99,95 persen yang dirancang untuk investasi jangka panjang dan lindung nilai kekayaan (hedging). Kedua, Perak Seri Heritage yang mengusung nilai estetika dan historis, cocok untuk kolektor.
Untuk kategori batangan murni, Antam hanya menyediakan pecahan besar, yakni 250 gram dan 500 gram. Tidak ada pecahan kecil seperti 100 gram atau 50 gram, sehingga segmen pembelinya lebih terbatas pada investor dengan modal menengah ke atas.
Rincian Harga: Dasar dan Setelah Pajak
Berdasarkan data resmi dari situs Logam Mulia Antam, berikut harga perak per 17 Juni 2026:
- Pecahan 250 gram: harga dasar Rp12.112.500, setelah ditambahkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 11 persen menjadi Rp13.444.875.
- Pecahan 500 gram: harga dasar Rp23.425.000, setelah PPN 11 persen menjadi Rp26.001.750.
Selisih harga setelah pajak mencapai lebih dari Rp1,3 juta untuk pecahan 250 gram dan Rp2,57 juta untuk pecahan 500 gram. Calon pembeli perlu memperhitungkan beban pajak ini sejak awal agar tidak salah perhitungan anggaran.
Sentimen Global Dorong Penguatan Perak
Kenaikan harga perak Antam sejalan dengan pemulihan harga perak dunia yang kini bergerak di level USD 70,16 per ons. Analis mencatat dua faktor utama yang mendorong penguatan ini: ekspektasi kebijakan suku bunga bank sentral global dan ketidakpastian geopolitik yang masih tinggi.
Ketika suku bunga acuan cenderung turun atau stabil, biaya oportunitas memegang aset non-yield seperti logam mulia mengecil. Di saat bersamaan, ketegangan geopolitik mendorong investor mengalihkan sebagian portofolionya ke aset safe haven, termasuk perak dan emas.
Kenaikan harga perak Antam hari ini menjadi sinyal bahwa minat investasi logam mulia alternatif tetap kuat di tengah fluktuasi pasar keuangan global. Bagi investor yang sudah memiliki modal di atas Rp12 juta, pecahan 250 gram bisa menjadi titik masuk yang rasional.