TEBING TINGGI — Ketua DPC PPP Kota Tebing Tinggi, Abdul Firman, menegaskan bahwa pihaknya sejak awal tidak mengakui Sarmadan Nur Siregar sebagai Ketua DPW PPP Sumatera Utara. Penegasan ini disampaikan Abdul Firman kepada awak media, Minggu (14/6/2026) malam, sebagai respons atas pelaksanaan Muscab ke IX yang digelar segelintir kader di Cafe Millenial, Jalan Ir H Juanda, Kota Tebing Tinggi, pada pagi hari yang sama.
Alasan Penolakan: Administrasi Bermasalah dan Jauh dari Islah
Abdul Firman menyebut bahwa proses yang membawa Sarmadan ke posisi Ketua DPW penuh dengan kejanggalan. “Dari awal kami sudah tidak mengakui pak Sarmadan sebagai Ketua DPW PPP Sumatera Utara sebab prosesnya kami nilai banyak kejanggalan baik administrasi maupun regulasi serta jauh dari semangat islah partai,” kata Firman.
Politikus yang akrab disapa Romo itu menegaskan bahwa satu-satunya kepengurusan DPW yang diakui oleh DPC PPP Kota Tebing Tinggi adalah pasangan Jafaruddin Harahap sebagai Ketua dan Usman Effendi Sitorus sebagai Sekretaris. Sikap ini menjadi dasar penolakan DPC untuk melaksanakan Muscab meskipun ada tekanan dari kubu Sarmadan.
Muscab Ke-IX: Dinamika Internal atau Gerakan Separatis?
Menanggapi tudingan Sarmadan yang menyebut dirinya enggan menggelar Muscab, Abdul Firman memberikan klarifikasi. “Bagaimana kami mau menggelar Muscab, wong yang ngasi perintah saja pihak yang tak kami akui. Kalau kami laksanakan ya sama saja kami mengakui mereka (DPW versi Sarmadan),” ujar Firman.
Ketika disinggung soal segelintir kader yang tetap menggelar Muscab ke IX, Abdul Firman memilih merespons dengan santai. Ia menilai aksi tersebut sebagai bentuk lain dari kecintaan terhadap partai. “Itu saya kira bentuk lain dari cara teman-teman mencintai partai ini, ya pasti ada dinamika dikit-dikitlah, namanya juga organisasi politik,” katanya.
Konflik Diperkirakan Berakhir dalam Beberapa Bulan
Abdul Firman optimistis konflik internal yang membelit PPP Sumut akan segera menemukan titik terang. Ia memberikan sinyal bahwa pihaknya akan mengambil langkah tegas dalam waktu dekat. “Insya Allah dalam beberapa bulan ke depan konflik partai ini akan berakhir, tunggu saja nanti sikap kami bagaimana. Sudah lah itu saja ya bang, mohon doanya,” tandas Firman.
Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa DPC PPP Kota Tebing Tinggi tidak akan tinggal diam dan siap mengambil langkah hukum atau organisasi untuk mempertahankan posisi mereka. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari kubu Sarmadan Nur Siregar terkait sikap DPC Tebing Tinggi.