SUMATERA UTARA — Kenaikan harga emas Antam terjadi di tengah sentimen global yang masih mendorong permintaan aset safe haven. Investor terus memburu logam mulia di tengah ketidakpastian arah suku bunga global dan tensi geopolitik yang belum mereda.
Harga Buyback Ikut Naik Tipis
Bersamaan dengan kenaikan harga jual, PT Antam juga menaikkan harga buyback atau harga yang diterima saat menjual kembali emas batangan ke gerai Antam. Harga buyback hari ini berada di level Rp 2.465.000 per gram, naik Rp 5.000 dari posisi kemarin yang sebesar Rp 2.460.000 per gram.
Selisih antara harga jual dan harga beli kembali ini mencerminkan margin atau biaya yang harus ditanggung investor jika ingin menjual emas fisik dalam jangka pendek. Saat ini, selisihnya mencapai Rp 246.000 per gram atau sekitar 9,07 persen dari harga jual.
Rincian Harga Emas Antam Ukuran Lain
Selain ukuran 1 gram, Antam juga menetapkan harga untuk berbagai pecahan lainnya. Berikut rincian harga emas batangan Antam hari ini:
- Pecahan 0,5 gram: Rp 1.405.500
- Pecahan 2 gram: Rp 5.362.000
- Pecahan 5 gram: Rp 13.280.000
- Pecahan 10 gram: Rp 26.505.000
- Pecahan 50 gram: Rp 132.095.000
- Pecahan 100 gram: Rp 264.112.000
- Pecahan 500 gram: Rp 1.319.520.000
Harga-harga tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP. Bagi pembeli yang tidak memiliki NPWP, tarif PPh Pasal 22 menjadi 0,9 persen.
Fakta Singkat Pergerakan Emas Antam
- Rekor harga tertinggi sepanjang masa: Rp 2.711.000 per gram (13 Juni 2026)
- Kenaikan hari ini: Rp 6.000 per gram atau 0,22 persen
- Kenaikan harga buyback: Rp 5.000 per gram menjadi Rp 2.465.000
- Selisih harga jual dan buyback: Rp 246.000 per gram
Prospek Emas di Tengah Suku Bunga Tinggi
Kenaikan harga emas Antam sejalan dengan pergerakan harga emas global yang masih bertahan di level tinggi. Logam mulia dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan gejolak mata uang.
Di sisi lain, keputusan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75 persen pekan lalu belum mampu mengalihkan minat investor dari emas. Investor ritel Indonesia masih menjadikan emas Antam sebagai instrumen investasi utama di tengah volatilitas pasar saham dan obligasi.