MEDAN — Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mendorong seluruh kepala daerah di provinsi itu untuk menyiapkan studi kelayakan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah ini dinilai penting agar pengembangan UMKM lebih terukur, berbasis data, dan mampu menarik minat investor.
Pernyataan itu disampaikan Bobby saat membuka Pekan Inovasi dan Investasi Sumatera Utara (PIISU) Ke-12 Tahun 2026 di Open Stage Parapat, Kabupaten Simalungun, Kamis (11/6).
Modal Awal Menarik Investor
Bobby menekankan, studi kelayakan menjadi syarat utama jika pemerintah daerah ingin menawarkan investasi, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. "Jika bapak ibu ingin menawarkan investasi, baik dalam negeri maupun luar negeri, tinggal membawa data UMKM yang sudah memiliki studi kelayakan," ucapnya.
Menurutnya, dokumen ini membantu pemerintah daerah menilai potensi usaha secara objektif, menentukan arah pengembangan, serta mempermudah akses pembiayaan perbankan dan program bantuan pemerintah.
UMKM Harus Naik Kelas, Bukan Sekadar Dibina
Gubernur menegaskan, pembinaan UMKM tidak bisa dilakukan secara umum tanpa data yang jelas. "UMKM tidak hanya dibina secara umum, tetapi harus dianalisis kelayakannya secara terstruktur agar bisa naik kelas dan memiliki daya saing," tegasnya.
Pemerintah Provinsi Sumut juga terus mendorong peningkatan daya saing UMKM melalui percepatan digitalisasi, kemudahan perizinan usaha, hingga fasilitasi sertifikasi halal.
PIISU 2026 Jadi Panggung Kolaborasi UMKM dan Investor
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Sumut Nubaity Harahap mengatakan, PIISU 2026 mengusung tema “Inovasi dan Kolaborasi Menuju UMKM Sumut Berkah”. Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk memperkenalkan inovasi daerah, peluang investasi, produk unggulan UMKM, serta potensi pariwisata Sumatera Utara kepada investor.
Pembukaan PIISU 2026 juga dirangkaikan dengan penandatanganan kerja sama kemitraan antara pelaku usaha besar dan UMKM. Beberapa di antaranya, Hotel Niagara Parapat bekerja sama dengan Cleopatra Entertainment di bidang seni pertunjukan, serta Atsari Hotel bersama Bunga Low dan Makmur Jaya untuk penyediaan kudapan hotel.
Selain itu, PT Aqua PAM menjalin kemitraan dengan Koperasi Nelayan Jaya terkait pemanfaatan limbah dan hasil olahan ikan tilapia.