MEDAN — Di tengah tekanan nilai tukar, sejumlah indikator makroekonomi justru menunjukkan hasil positif. Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal I-2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan, tertinggi sejak 2019. Neraca dagang juga surplus delapan bulan beruntun dengan cadangan devisa sebesar 142 miliar dolar AS.
Tingkat pengangguran terbuka per Februari 2026 turun ke 4,8 persen, terendah dalam satu dekade terakhir. Program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau 18 juta siswa, dan investasi hilirisasi nikel tercatat mencapai 22 miliar dolar AS sejak 2020.
Namun, Indeks Harga Saham Gabungan justru terkoreksi 42 persen sejak Januari 2025. Imbal hasil Surat Berharga Negara tenor 10 tahun naik ke 9,8 persen, dan premi risiko Credit Default Swap lima tahun menembus 310 basis poin.
Perubahan Mandat BI Dinilai Langgar Prinsip Dasar
Riset yang dipaparkan Aktivis 98, Herianto, S.E., memetakan lima kasuistik utama pemicu hilangnya kepercayaan pasar. Pertama, perluasan mandat Bank Indonesia melalui