SUMATERA UTARA — Korban pertama kali dilaporkan tercebur ke sumur sekitar pukul 21.00 WIB. Laporan tersebut diterima Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Tanggamus yang kemudian berkoordinasi dengan Pos SAR setempat untuk meminta bantuan evakuasi.
Koordinasi Tim SAR dan Perjalanan ke Lokasi
Koordinasi antara Damkar dan Pos SAR Tanggamus dimulai pada pukul 22.10 WIB. Tim Rescue Pos SAR Tanggamus diberangkatkan menuju lokasi kejadian pada pukul 22.25 WIB dengan membawa perlengkapan Vertical Rescue dan Confined Space Rescue.
"Menindaklanjuti laporan itu, Tim Rescue Pos SAR Tanggamus diberangkatkan menuju lokasi kejadian pada pukul 22.25 WIB," kata Dantim Rescuer Pos SAR Tanggamus, Nico Saputra, Rabu (10/6). Perjalanan sejauh kurang lebih 38 kilometer ditempuh tim sebelum tiba di lokasi sekitar pukul 23.15 WIB.
Proses Evakuasi dengan Metode Vertical Rescue
Proses evakuasi dilakukan menggunakan metode Vertical Rescue mengingat posisi korban berada di dasar sumur dengan kedalaman sekitar 16 meter. "Evakuasi dilakukan dengan metode Vertical Rescue karena lokasi korban berada di dalam sumur yang cukup dalam," jelas Nico.
Sekitar pukul 23.35 WIB, korban berhasil diangkat dari dasar sumur. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, Komariah dinyatakan telah meninggal dunia. Jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka.
Operasi SAR Dinyatakan Selesai
Nico menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses evakuasi tersebut. "Dengan berhasil dievakuasinya korban, operasi SAR dinyatakan selesai pada Rabu (10/6) dinihari dan seluruh unsur yang terlibat kembali ke kesatuan masing-masing," tandasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar, terutama bagi warga lanjut usia yang tinggal di area dengan sumur terbuka tanpa pengaman yang memadai.