PEMATANGSIANTAR — Kinerja keuangan Perumda Air Minum Tirta Uli pada 2025 mencatatkan pertumbuhan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih perusahaan mencapai Rp2.806.700.614, naik dari Rp2,47 miliar pada 2024. Alhasil, setoran dividen ke Pemkot Pematangsiantar juga meningkat dari Rp1 miliar menjadi Rp1,35 miliar.
Laba Tembus 113 Persen dari Target RKAP
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Uli, Arianto, menjelaskan bahwa realisasi pendapatan perusahaan sepanjang 2025 mencapai Rp74,94 miliar atau 99,33 persen dari target RKAP yang sebesar Rp75,45 miliar. Sementara itu, total biaya tercatat Rp72,14 miliar atau 98,85 persen dari target yang ditetapkan.
“Dengan capaian tersebut, laba bersih perusahaan melampaui target RKAP yang sebelumnya dipatok sebesar Rp2,47 miliar. Realisasi laba mencapai Rp2,8 miliar atau 113,22 persen dari target,” ujar Arianto dalam rapat yang dihadiri Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM).
Ia menambahkan, laporan tahunan perusahaan telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik dan mendapat persetujuan Dewan Pengawas sebelum diajukan kepada KPM.
Dividen 48 Persen, Di Atas Ketentuan Minimal
Dividen yang disetorkan kepada Pemkot Pematangsiantar setara dengan 48,13 persen dari laba bersih setelah pajak. Arianto menyebutkan angka ini lebih tinggi dibandingkan ketentuan minimal yang diatur dalam peraturan daerah. Pada 2024, rasio dividen yang disetorkan berada di kisaran 40 persen.
Wali Kota Wesly Silalahi dalam arahannya mengingatkan bahwa keberhasilan perusahaan daerah tidak semata-mata diukur dari laba. Ia meminta Perumda Tirta Uli terus meningkatkan kualitas layanan air minum kepada masyarakat, termasuk kualitas air, ketersediaan pasokan, dan kontinuitas distribusi ke pelanggan.
Digitalisasi dan Penurunan Kehilangan Air Jadi Prioritas
Wali Kota juga mendorong penguatan tata kelola perusahaan melalui penerapan digitalisasi layanan, penurunan tingkat kehilangan air, serta percepatan pelaksanaan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM). Langkah-langkah ini dinilai krusial untuk menjaga momentum pertumbuhan dan memperluas cakupan layanan.
Rapat diakhiri dengan penandatanganan laporan tahunan, penetapan dividen tahun buku 2025, serta penyerahan dividen secara simbolis kepada Pemerintah Kota Pematangsiantar.