SUMATERA UTARA — Pelantikan Said Iqbal digelar di Istana Negara, Jakarta. Dengan tambahan ini, Prabowo telah membentuk tim penasihat yang mencakup bidang politik, keamanan, digitalisasi, pertahanan, energi, haji, kesehatan, ekonomi, kamtibmas, komunikasi, hingga ketenagakerjaan.
Deretan Penasihat Khusus Sejak Oktober 2024
Pada awal masa jabatannya, Oktober 2024, Prabowo melantik tujuh penasihat khusus. Mereka adalah Wiranto (Politik dan Keamanan), Luhut Binsar Pandjaitan (Digitalisasi dan Teknologi Pemerintahan), dan Dudung Abdurachman (Pertahanan Nasional).
Selain itu, Purnomo Yusgiantoro (Energi), Muhadjir Effendy (Haji), Terawan Agus Putranto (Kesehatan), dan Bambang Brodjonegoro (Ekonomi dan Pembangunan Nasional) juga dilantik pada gelombang pertama.
Pada tahap selanjutnya, Prabowo melantik Ahmad Dofiri sebagai Penasihat Khusus Bidang Kamtibmas dan Reformasi Kepolisian. Hasan Nasbi kemudian ditunjuk sebagai Penasihat Khusus Bidang Komunikasi.
Latar Belakang Said Iqbal: Dari Tokoh Buruh ke Istana
Said Iqbal dikenal sebagai Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Ketua Umum Partai Buruh. Penunjukannya dinilai sebagai upaya pemerintah menjembatani komunikasi dengan kalangan pekerja.
Bidang yang diampu Said Iqbal mencakup ketenagakerjaan dan kesejahteraan buruh. Ia menjadi satu-satunya penasihat yang secara spesifik menangani isu hubungan industrial.
Fungsi dan Posisi Penasihat Khusus di Struktur Kepresidenan
Penasihat khusus presiden bertugas memberikan masukan langsung kepada kepala negara di luar struktur kabinet. Mereka tidak memiliki kewenangan eksekutif seperti menteri, tetapi dapat menjadi saluran komunikasi dengan kelompok masyarakat tertentu.
Dengan sembilan penasihat, Prabowo memiliki jaringan konsultasi yang mencakup spektrum luas: dari pertahanan hingga buruh. Belum ada keterangan resmi mengenai penambahan penasihat khusus lainnya dalam waktu dekat.