Pencarian

Orang Tua Sujud di Kantor Gubernur Sumut Minta Bantuan Biaya Anak Korban Tikam, Tagihan Rp 140 Juta di RS Non-BPJS

Minggu, 07 Juni 2026 • 11:01:31 WIB
Orang Tua Sujud di Kantor Gubernur Sumut Minta Bantuan Biaya Anak Korban Tikam, Tagihan Rp 140 Juta di RS Non-BPJS
Orang tua pasien luka tikam sujud di Kantor Gubernur Sumut minta bantuan biaya pengobatan anak.

MEDAN — Video seorang ibu dan ayah yang bersujud di area parkir Kantor Gubernur Sumatera Utara viral di media sosial, Sabtu (6/6/2026). Dalam rekaman itu, sang ibu berteriak histeris memanggil nama Gubernur Bobby Nasution, mengaku tak sanggup membayar sisa tagihan operasi anaknya yang mencapai Rp 80 juta lebih.

Korban adalah seorang pasien luka tikam yang masih dirawat di RS Mitra Medika Premiere, Kota Medan. Keluarga mengaku sudah membayar Rp 45 juta, namun total biaya pengobatan diperkirakan mencapai Rp 140 juta.

Dua Faktor Biaya Tak Ditanggung BPJS

Sekretaris Dinkes Sumut, Hamid Rijal, menjelaskan ada dua alasan mengapa tagihan medis pasien otomatis beralih menjadi tanggungan penuh keluarga. Pertama, luka tikaman termasuk akibat tindak pidana kekerasan. Berdasarkan Perpres Nomor 82 Tahun 2018 Pasal 52 ayat (1) huruf r, pelayanan kesehatan akibat penganiayaan dan kekerasan tidak dijamin BPJS Kesehatan.

"Kasus kriminalitas semacam ini berada di luar cakupan penjaminan BPJS Kesehatan," ujar Hamid, Sabtu (6/6/2026).

Sebagai gantinya, biaya medis korban kekerasan bisa dialihkan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), program khusus daerah, atau dibebankan sebagai pertanggungjawaban hukum pelaku pidana.

RS Swasta Non-BPJS, Keluarga Teken Informed Consent

Faktor kedua menyangkut status fasilitas kesehatan. Korban awalnya dilarikan ke RS Pertamina Pangkalan Brandan dengan senjata tajam masih tertancap. Karena keterbatasan fasilitas, pasien dirujuk ke RS Mitra Medika Premiere — rumah sakit swasta yang tidak menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

"Dari awal ketika di premier, mereka sudah dijelaskan bahwa rumah sakit itu tidak bekerja sama dengan BPJS. Kemudian diperkirakan biaya mencapai Rp 140 juta," kata Hamid.

Pihak rumah sakit disebut memiliki dokumen informed consent dan rekaman CCTV yang menunjukkan keluarga awalnya menyetujui estimasi biaya tersebut. Namun setelah operasi berhasil dan pasien melewati masa kritis, keluarga menyatakan tidak menyanggupi pembiayaan.

Keluarga Sempat Minta Tolong ke Presiden

Dua potongan video beredar di media sosial. Pada video pertama di ruang perawatan, seorang ibu menangis meminta pertolongan kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia mengaku tidak bisa membawa pulang anaknya karena biaya membengkak hingga Rp 130 juta, sementara keluarga hanya mampu membayar Rp 45 juta.

Video kedua memperlihatkan pasangan suami istri itu mendatangi Kantor Gubernur Sumut. Sambil bersujud, mereka memanggil nama Gubernur Bobby Nasution. "Anak saya ditikam orang, Pak. Di pikiran saya saat itu hanya keselamatan anak saya, saya tidak tahu kalau rumah sakit itu terlalu besar biayanya," ujarnya meratap.

Hamid menegaskan, program berobat gratis menggunakan BPJS maupun KTP daerah hanya berlaku di fasilitas kesehatan yang telah menjadi mitra resmi BPJS Kesehatan. Rumah sakit swasta non-BPJS tidak termasuk dalam jaringan tersebut.

Bagikan
Sumber: medanbisnisdaily.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks