Pencarian

Banjir Rendam 1.992 Rumah di Empat Kecamatan Medan, 30 Warga Mengungsi Akibat Luapan Sungai

Minggu, 07 Juni 2026 • 11:00:01 WIB
Banjir Rendam 1.992 Rumah di Empat Kecamatan Medan, 30 Warga Mengungsi Akibat Luapan Sungai
Banjir akibat luapan sungai rendam 1.992 rumah di empat kecamatan Medan.

MEDAN — Banjir yang melanda ibu kota Sumatera Utara itu terjadi pada Jumat (5/6) dan berdampak di empat kecamatan. Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan dan Logistik BPBD Sumut Sri Wahyuni Pancasilawati menyatakan tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam bencana ini.

Empat Kecamatan Terendam, Ratusan Rumah Terdampak

Pusdalops Sumut mendata sedikitnya 1.992 unit rumah terdampak banjir di Kota Medan. Yuyun, sapaan akrab Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumut, menyebutkan banjir tersebut dipicu meluapnya sungai setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Dari total rumah yang terdampak, sebanyak 30 jiwa dilaporkan mengungsi ke tempat yang lebih aman. Pemerintah kota setempat langsung bergerak melakukan penanganan darurat di lokasi bencana.

Pemantauan Cuaca dan Siaga Personel Dilakukan

Berbagai langkah penanganan telah dilakukan pemerintah setempat bersama sejumlah pemangku kebijakan terkait. Yuyun mengatakan pemerintah kota melakukan pemantauan tinggi muka air di daerah aliran sungai dan titik-titik rawan banjir.

"Berdasarkan laporan yang diterima Pusdalops Sumut banjir melanda empat kecamatan," ujar Sri Wahyuni di Medan, Sabtu (6/6).

Selain itu, perkembangan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus dipantau secara berkala. Personel dan peralatan penanggulangan bencana juga telah disiagakan di lokasi-lokasi yang dinilai rawan.

Koordinasi BPBD Sumut di Lokasi Terdampak

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut turun langsung melakukan koordinasi penanganan bencana di lokasi terdampak. Berdasarkan laporan yang diterima, banjir tidak menimbulkan korban luka maupun meninggal dunia.

Yuyun menambahkan berbagai upaya penanganan atas kejadian bencana tersebut telah dilakukan pemerintah setempat dan sejumlah pemangku kebijakan terkait. Pemerintah kota setempat melakukan pemantauan tinggi muka air daerah sungai dan daerah rawan bencana banjir, memantau perkembangan cuaca dari BMKG serta menyiagakan personel dan peralatan dan yang lainnya.

Bagikan
Sumber: sumut.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks