Pembangunan jembatan ini merupakan hasil kolaborasi lintas institusi. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara mengalokasikan dana sebesar Rp 475 juta dari APBD 2026 khusus untuk pembangunan bagian bawah atau pondasi jembatan. Sementara itu, TNI Angkatan Darat mengerjakan konstruksi bangunan atas berupa jembatan Bailey, dan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II Medan berkontribusi dalam pengerjaan bronjong pengaman tebing.
Bupati Jonius TP Hutabarat dalam sambutannya menegaskan bahwa proyek ini adalah bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan pemerintah provinsi. "Keterlibatan TNI membuktikan kemanunggalan TNI dengan rakyat bukan sekadar slogan, tetapi diwujudkan melalui kerja nyata yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat," ujarnya.
Jalan Menuju Desa Simamora Segera Diperbaiki
Peresmian jembatan ini tidak berhenti pada infrastruktur utama. Bupati menyatakan bahwa Pemkab Taput akan melanjutkan perbaikan jalan dari ujung jembatan menuju Desa Simamora. Langkah ini diambil untuk memastikan konektivitas benar-benar optimal hingga ke permukiman warga.
Menurut Bupati, perbaikan jalan tersebut diharapkan memperlancar mobilitas warga, akses ekonomi, serta distribusi hasil pertanian dan perkebunan masyarakat sekitar. "Semoga jembatan ini menjadi sarana yang menghubungkan harapan dengan kenyataan, potensi dengan kesempatan, serta masyarakat menuju kehidupan yang lebih sejahtera," tambahnya.
Taliasih dan Harapan Gotong Royong
Dalam momen peresmian, Pangdam I/BB bersama Bupati dan para undangan juga menyerahkan taliasih berupa paket sembako kepada utusan masyarakat. Bupati mengajak seluruh elemen untuk memperkuat semangat gotong royong dan kolaborasi menghadapi tantangan pembangunan ke depan.
Ia berharap masyarakat dapat menjaga dan merawat jembatan sebagai aset strategis daerah. Peresmian ini turut dihadiri Danrem 023/Kawal Samudera Kolonel Inf Iwan Budiarso, Bupati Humbang Hasundutan Oloan Nababan, serta jajaran Forkopimda, anggota DPRD, kepala OPD, camat, dan kepala desa.