DELI SERDANG — Angin puting beliung yang melanda Dusun V, Desa Sambirejo Timur, pada Rabu (3/6/2026) malam membuat rumah milik Ismail tak bisa lagi dihuni. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 20.30 WIB saat hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Percut Sei Tuan.
Kepala Dusun V, Danang Agustian, langsung melaporkan kejadian ini kepada Kepala Desa Sambirejo Timur, Muhammad Arifin. Tak berselang lama, Arifin berkoordinasi dengan Camat Percut Sei Tuan, Muhammad Kennedy Tarigan, dan membentuk tim gabungan untuk meninjau lokasi.
Bantuan Langsung dari Pemerintah Desa
Tim yang tiba di lokasi tidak hanya mengecek kondisi rumah yang rusak, tetapi juga membawa bantuan sembako dan uang tunai. Arifin menyerahkan langsung bantuan tersebut kepada Ismail dan keluarganya yang tengah berduka.
“Kami berharap bapak dan keluarga tetap tabah serta sabar menghadapi cobaan ini. Semoga ada hikmah yang baik di balik musibah yang terjadi,” ujar Arifin saat memberikan semangat kepada korban.
Babinsa dan Bhabinkamtibmas Turun ke Lokasi
Dalam peninjauan itu, turut hadir Babinsa Serma Adi Sugianto, Bhabinkamtibmas Aiptu Suwandi, serta personel BPBD Deli Serdang. Sejumlah warga sekitar juga ikut mendampingi dan membantu proses evakuasi serta pembersihan puing-puing rumah.
Kehadiran aparat keamanan dan pemerintah desa ini menjadi sinyal bahwa respons cepat terhadap bencana di tingkat akar rumput masih berjalan. Warga yang tadinya panik mulai tenang setelah bantuan tiba.
Hasil Pendataan: Satu Rumah Rusak Berat
Usai angin mereda, Arifin memerintahkan 11 kepala dusun untuk melakukan survei lapangan. Data dikumpulkan melalui grup WhatsApp pemerintah desa dan rampung pada Kamis (4/6/2026) sekitar pukul 00.03 WIB.
Hasil pendataan menunjukkan hanya satu unit rumah warga yang terdampak langsung angin puting beliung malam itu. Meski demikian, Arifin mengingatkan warga agar tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi.
Ajakan Perkuat Gotong Royong dan Kewaspadaan
Melalui musibah ini, kepala desa mengajak seluruh warga dan jajaran pemerintah desa untuk memperkuat kepedulian sosial. Menurut Arifin, semangat gotong royong menjadi modal utama masyarakat dalam menghadapi bencana yang datang tiba-tiba.
“Kebersamaan dan sinergi antarsesama warga dan pemerintah desa adalah kekuatan kita,” pungkasnya. Pemerintah Desa Sambirejo Timur berjanji akan terus memantau kondisi cuaca dan siaga membantu warga jika dibutuhkan.