Pencarian

Resident Evil Akhirnya Siap Eksplorasi Setting Jepang, Producer Angkat Bicara Soal Masa Depan Seri

Selasa, 02 Juni 2026 • 20:13:16 WIB
Resident Evil Akhirnya Siap Eksplorasi Setting Jepang, Producer Angkat Bicara Soal Masa Depan Seri
Producer Resident Evil mengonfirmasi kemungkinan latar Jepang dalam seri utama yang akan datang.

Dalam wawancara terbaru dengan media Jepang Futaman yang diterjemahkan oleh IGN, Masato Kumazawa mengakui bahwa ide menghadirkan latar Jepang di seri utama Resident Evil sudah lama mengemuka. “Saya rasa setiap penggemar Resident Evil di Jepang pasti pernah memikirkan setting ini, dan saya juga sudah mempertimbangkannya,” ujar Kumazawa. “Karena tim pengembang mayoritas orang Jepang, saya yakin semua staf pernah memikirkannya. Meski Jepang belum muncul sebagai latar, suatu hari nanti mungkin akan terjadi.”

Sepanjang sejarahnya, Resident Evil lebih banyak berlatar di Amerika Serikat, dengan beberapa pengecualian seperti Eropa Timur di Resident Evil Village dan Afrika Barat di Resident Evil 5. Namun, dampak dari perusahaan fiktif Umbrella Corporation terhadap Jepang sendiri belum pernah dieksplorasi sama sekali.

Komunitas Bereaksi: Potensi Lokasi dan Karakter Jepang

Diskusi di forum-forum Jepang menyoroti bahwa setting Negeri Sakura memiliki potensi besar, terutama karena banyaknya pulau-pulau kecil yang bisa dijadikan lokasi wabah virus. Namun, sebagian penggemar berharap Capcom tidak mengulang formula desa tradisional yang sudah terlalu sering dipakai game horor Jepang lain seperti Silent Hill f, Fatal Frame, dan Siren.

Menariknya, seri Resident Evil sebenarnya sudah memiliki protagonis Jepang, tetapi hanya muncul di media spin-off. Takeru Tominaga, karakter utama manga resmi Biohazard Heavenly Island, adalah asisten sutradara acara realitas TV yang berlatar di bekas laboratorium Umbrella. “Meski sulit membuat game Resident Evil berlatar Jepang, protagonis Jepang mungkin bisa diwujudkan,” tulis seorang pengguna di platform X.

Selain itu, seri game ini juga memiliki beberapa karakter setengah Jepang seperti Yoko Suzuki dari Resident Evil Outbreak dan Jill Valentine.

Resident Evil Requiem: Bukan Akhir, Tapi Awal dari Babak Baru

Kumazawa juga memberikan klarifikasi soal judul ekspansi terbaru, Resident Evil Requiem, yang sempat dikhawatirkan penggemar sebagai penutup seri. Menurutnya, judul tersebut adalah “Requiem untuk pertempuran Leon melawan bioterorisme, dan requiem untuk insiden Raccoon City di masa lalu.” Ia menegaskan masih banyak cerita karakter lain yang belum tampil di Requiem yang ingin diceritakan tim pengembang.

“Pemain akan bosan jika kami terus membuat game yang sama, jadi kami ingin terus mengambil tantangan baru,” tambah Kumazawa. Ia mencontohkan konsep Megamycete di Resident Evil Village dan mekanisme pergantian sudut pandang (POV) di Requiem sebagai inovasi yang sudah dicoba tim.

Apa yang Bisa Diharapkan Penggemar Indonesia?

Bagi komunitas Resident Evil di Indonesia yang mayoritas bermain di PC dan konsol, pernyataan ini menjadi angin segar. Jika benar Capcom serius menggarap setting Jepang, bukan tidak mungkin kita akan melihat elemen budaya urban Jepang yang kontras dengan horor biologis khas seri ini. Ditambah lagi, film baru Resident Evil yang berlatar di Raccoon City dijadwalkan tayang September mendatang, menambah daftar konten yang patut ditunggu.

Belum ada jadwal rilis untuk game utama Resident Evil berikutnya, tetapi ekspansi Resident Evil Requiem akan menjadi langkah selanjutnya yang bisa dinikmati pemain dalam waktu dekat.

Bagikan
Sumber: ign.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks