Pencarian

Tim UGM Turun Tangan Usut Api Misterius yang Muncul 73 Kali di Rumah Fia Sleman

Selasa, 02 Juni 2026 • 13:20:01 WIB
Tim UGM Turun Tangan Usut Api Misterius yang Muncul 73 Kali di Rumah Fia Sleman
Tim UGM melakukan investigasi terkait kemunculan 73 titik api misterius di rumah warga Sleman.

SUMATERA UTARA — Fenomena munculnya api secara tiba-tiba tanpa sumber yang jelas ini pertama kali dilaporkan warga pada pekan lalu. Kejadian berulang kali terjadi di dalam rumah Fia, membuat warga sekitar cemas dan pihak berwenang turun tangan.

73 Titik Api dalam Sembilan Hari

Kepala Desa setempat membenarkan bahwa laporan kebakaran spontan ini telah diterima sejak hari pertama kejadian. Total, terdapat 73 titik api yang muncul di berbagai sudut rumah milik Fia selama periode tersebut.

Belum ada laporan korban jiwa dalam insiden ini. Namun, kerugian material akibat kerusakan properti dan barang-barang di dalam rumah diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Hipotesis Gas Hidrogen dari Tim UGM

Tim peneliti dari Fakultas Teknik UGM yang turun ke lokasi pada Selasa (15/4) menduga kuat fenomena ini terkait dengan aktivitas gas hidrogen. "Dari hasil pengamatan awal, ada indikasi konsentrasi gas hidrogen yang cukup tinggi di area sekitar rumah," ujar Ketua Tim Peneliti, Prof. Andi Wijaya, saat ditemui di lokasi.

Menurut Prof. Andi, gas hidrogen yang tidak berbau dan tidak berwarna ini bisa terbakar secara spontan jika bertemu dengan percikan api atau suhu tinggi. Timnya kini tengah melakukan pengukuran lebih lanjut menggunakan alat detektor gas untuk memastikan sumber pastinya.

Warga dan Pemerintah Daerah Menunggu Hasil Investigasi

Fia dan keluarganya untuk sementara waktu mengungsi ke rumah kerabat mereka. Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah memasang garis polisi di lokasi dan mengimbau warga untuk tidak mendekat.

"Kami masih menunggu hasil investigasi dari tim UGM. Jika memang terbukti ada potensi gas berbahaya, kami akan segera melakukan evakuasi dan penanganan lebih lanjut," kata Kepala BPBD Sleman, Budi Santoso, dalam keterangan terpisah.

Hasil akhir penelitian dari UGM dijadwalkan akan dirilis dalam satu pekan ke depan. Data ini akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menentukan langkah mitigasi dan penanganan jangka panjang.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks