Pencarian

Sony Xperia 1 VIII Resmi Meluncur dengan Harga Rp 26 Juta dan Fitur AI Kamera Kontroversial

Kamis, 14 Mei 2026 • 23:19:54 WIB
Sony Xperia 1 VIII Resmi Meluncur dengan Harga Rp 26 Juta dan Fitur AI Kamera Kontroversial
Sony Xperia 1 VIII hadir dengan sensor telefoto baru dan fitur AI Camera Assistant.

SUMATERA UTARA — Sony kembali mencoba mendefinisikan ulang fotografi mobile melalui Xperia 1 VIII. Kali ini, raksasa teknologi Jepang tersebut memperkenalkan teknologi "AI Camera Assistant" yang diklaim mampu membantu pengguna mewujudkan visi artistik mereka melalui penyesuaian otomatis yang cerdas. Namun, alih-alih mendapatkan pujian, implementasi kecerdasan buatan ini justru memicu perdebatan hangat di kalangan penggemar fotografi dan pengamat teknologi global.

Hasil Foto AI yang Dianggap Berlebihan

Fitur AI Camera Assistant pada Xperia 1 VIII dirancang untuk memberikan saran opsi ekspresif dengan berbagai penyesuaian otomatis. Sony mengeklaim bahwa kombinasi AI dengan sensor telefoto baru yang ukurannya hampir empat kali lipat lebih besar dari generasi sebelumnya akan menghasilkan foto yang layak disimpan dan dibagikan.

Kenyataan di lapangan menunjukkan hasil yang berbeda dari ekspektasi pengguna prosumer. Foto-foto sampel yang dibagikan menunjukkan pemrosesan gambar yang sangat agresif, di mana tingkat kecerahan (brightness) dinaikkan secara drastis namun mengorbankan saturasi warna dan kontras alami. Banyak pihak di media sosial mengkritik hasil foto tersebut karena terlihat datar dan kehilangan detail bayangan (shadow) yang seharusnya memberikan kedalaman pada gambar.

"AI Camera Assistant membantu menghidupkan visi Anda. Fitur ini menyarankan berbagai opsi ekspresif dengan penyesuaian berbeda untuk menciptakan foto yang berkesan," tulis Sony dalam keterangan resminya.

Spesifikasi Flagship dan Kembalinya Fitur Klasik

Di luar kontroversi perangkat lunaknya, Sony Xperia 1 VIII tetap merupakan monster spesifikasi yang menarik bagi segmen niche. Ponsel ini membawa desain yang diperbarui namun tetap setia pada fungsionalitas yang mulai langka di kelas flagship. Pengguna masih akan menemukan lubang jack audio 3,5mm untuk kebutuhan audio hi-res tanpa dongle serta slot kartu microSD untuk ekspansi penyimpanan.

  • Sensor Telefoto: Ukuran sensor meningkat hampir 4x lipat dibandingkan model sebelumnya.
  • Fitur Klasik: Dukungan Jack 3.5mm dan slot microSD tetap tersedia.
  • Harga: Dibanderol mulai €1.500 (sekitar Rp 26,4 juta untuk pasar Eropa).
  • Ekosistem: Integrasi lebih dalam dengan aplikasi kreatif seperti Adobe Premiere yang akan segera hadir di platform Android.

Kritik Terhadap Tren Komputasi Gambar Modern

Fenomena yang terjadi pada Xperia 1 VIII ini dianggap sebagai puncak dari tren buruk fotografi komputasional dalam beberapa tahun terakhir. Banyak produsen smartphone kini terjebak pada pemrosesan gambar oversharpened dan mencerahkan seluruh area foto secara merata. Hal ini membuat foto kehilangan karakter alaminya demi mengejar tampilan yang mencolok di layar ponsel namun terlihat buruk saat diperhatikan lebih detail.

Kasus serupa juga terlihat pada alat "Smart Enhance" baru milik Google di aplikasi Instagram untuk Android. Alat tersebut sering kali mencerahkan bayangan secara berlebihan agar subjek terlihat jelas, namun hasilnya justru membuat gambar terasa membosankan dan kehilangan dimensi. Google Pixel sendiri, yang dulunya dikenal dengan karakter foto kontras yang kuat, kini dinilai mulai bergeser ke arah pemrosesan yang lebih datar.

Di saat Sony dan Google bergerak ke arah pemrosesan yang ekstrem, kompetitor lain seperti Oppo melalui seri Find X9 Ultra dan Motorola dengan Razr Fold justru mulai berani mengambil pendekatan gaya visual yang lebih berkarakter. Langkah Sony yang mendorong AI hingga ke tahap yang dianggap memalukan oleh sebagian kritikus ini menjadi sinyal penting bagi industri bahwa lebih banyak AI tidak selalu berarti kualitas foto yang lebih baik.

Xperia 1 VIII tetap menjadi pilihan menarik bagi loyalis Sony yang menginginkan kontrol manual penuh dan perangkat keras kamera papan atas. Namun, bagi pengguna yang mengandalkan mode otomatis, kehadiran AI Camera Assistant ini mungkin perlu dievaluasi kembali sebelum digunakan untuk mengabadikan momen-momen penting.

Bagikan
Sumber: 9to5google.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks