MEDAN — Politikus Nasdem itu menyampaikan harapan tersebut menyusul peninjauan yang dilakukan Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap, di kawasan Simpang Dobi dan Titi Papan, Rabu (4/11/2026). Dalam peninjauan itu, Zakiyuddin menyebut pelebaran jalan sebagai solusi utama yang dibahas bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).
Kemacetan di kawasan tersebut sudah menjadi penderitaan harian warga. Setiap pagi, saat warga berangkat kerja dan anak-anak berangkat sekolah, kendaraan di Jalan Yos Sudarso nyaris tak bergerak.
Saipul mengingatkan bahwa persoalan pelebaran jalan sempat terhenti karena masa berlaku Penetapan Lokasi (Penlok) dari pemerintah pusat telah berakhir. Kewenangan penanganan pun dilimpahkan ke Pemko Medan.
"Ini yang harus jadi pelajaran. Jangan sampai persoalan administrasi membuat penderitaan warga berlarut-larut. Kalau Pemko serius, susun segera Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT) dan Penlok baru, lalu masukkan ke anggaran 2027," ujar Saipul.
Menurutnya, tanpa kepastian anggaran, pelebaran jalan hanya akan menjadi wacana tahunan yang diulang setiap musim kemacetan. Pemko Medan diminta tidak lagi sekadar meninjau, tetapi menindaklanjuti dengan aksi nyata.
Pensiunan TNI AL di Belawan itu memberikan sejumlah masukan agar kemacetan di Titi Papan–Dobi tidak berlarut-larut. Ia menekankan pentingnya kepastian anggaran dan pelibatan warga.
Saipul meminta rencana penanganan kemacetan disosialisasikan kepada warga, tokoh masyarakat, dan pelaku usaha di Titi Papan. Menurutnya, pembangunan akan berhasil jika warga merasa dilibatkan, bukan digusur.
"Kita apresiasi Wakil Wali Kota sudah turun langsung. Tapi masyarakat Medan Utara butuh kepastian dan tindaklanjut solusi. Pemko Medan harus segera mengalokasikan anggaran untuk pembebasan lahan dan pelebaran jalan di Titi Papan," ujarnya.