SUMATERA UTARA — Kemenangan dramatis ini menjadi bukti lain bahwa Argentina bukan tim yang mudah menyerah. Sempat terpuruk akibat gol Yasser Ibrahim dan Mostafa Ziko, skuad asuhan Lionel Scaloni bangkit di babak kedua dengan tekanan luar biasa. Bahkan, eksekusi penalti Messi pada awal laga sempat gagal setelah sepakannya ditepis kiper Mostafa Shobeir.
Pertandingan berubah total setelah Cristian Romero memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2. Gol yang lahir dari situasi sepak pojok itu menjadi momentum kebangkitan Argentina. Messi kemudian menyamakan kedudukan pada menit ke-84 melalui penyelesaian klinis di dalam kotak penalti, memanfaatkan umpan terobosan dari gelandang serangnya.
Puncak drama terjadi di masa injury time. Enzo Fernandez menjadi pahlawan dengan golnya yang memastikan kemenangan 3-2 untuk Argentina. Stadion yang didominasi suporter Albiceleste langsung bergemuruh menyambut kelolosan tim kesayangan mereka ke babak delapan besar.
Kemenangan ini menjaga asa Argentina untuk mempertahankan gelar juara dunia. Di perempat final nanti, mereka akan berhadapan dengan pemenang laga antara Belgia melawan Amerika Serikat. Sementara itu, kegagalan Mesir membuat Afrika kehilangan satu wakilnya di turnamen paling bergengsi ini.
Statistik mencatat Argentina mendominasi penguasaan bola hingga 65 persen dan melepaskan 18 tembakan, 8 di antaranya mengarah ke gawang. Sebaliknya, Mesir yang unggul cepat justru gagal mempertahankan keunggulan setelah kebobolan tiga gol di babak kedua.
Argentina kini menunggu lawan yang akan dihadapi di perempat final. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung akhir pekan ini di salah satu stadion utama Amerika Serikat. Scaloni dipastikan akan melakukan evaluasi terhadap performa lini pertahanan yang sempat kebobolan dua gol cepat dari Mesir.