MEDAN — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tengah menjajaki kerja sama internasional untuk memperluas proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) Medan Raya. Gubernur Sumut Bobby Nasution, Rabu (19/2), menerima kunjungan Duta Besar Finlandia untuk Indonesia Pekka Kaihilahti di Kantor Gubernur untuk membahas peluang transfer teknologi pengelolaan limbah menjadi energi listrik.
Bobby menyebut, proyek PSEL yang sudah berjalan saat ini dirancang mengolah 1.700 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik sebesar 15 megawatt (MW). Namun, kapasitas itu dinilai belum cukup untuk menjawab persoalan sampah yang terus bertumpuk di dua wilayah utama.
"Kami berharap Finlandia bisa mendukung program untuk membangun PSEL ini," kata Bobby usai pertemuan.
Finlandia menawarkan solusi yang berbeda. Negara tersebut telah mengembangkan sistem modular pengolahan limbah menjadi listrik yang bisa diterapkan dalam berbagai skala. Sistem berkapasitas kecil dinilai paling cocok untuk daerah terpencil di Sumut yang sulit dijangkau jaringan listrik konvensional.
Dubes Pekka Kaihilahti menjelaskan, persoalan sampah pernah menjadi tantangan besar di Finlandia. Kini, hanya sekitar satu persen sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) setelah negara itu mengadopsi teknologi pengolahan sampah menjadi energi.
"Finlandia juga siap memberikan pendampingan mulai dari penerapan teknologi, sistem penyortiran sampah hingga edukasi kepada masyarakat," ujar Pekka.
Dalam pertemuan yang sama, Bobby Nasution tidak hanya membahas soal sampah. Gubernur juga menawarkan peluang investasi di sektor hilirisasi kelapa sawit. Sumut memiliki sumber daya alam melimpah dan berada di jalur perdagangan internasional Selat Malaka.
"Uni (kelapa sawit) salah satu hal paling berpotensi di Sumut. Kami sangat terbuka tentang pengolahan kelapa sawit," kata Bobby.
Langkah ini dinilai strategis di tengah upaya pemerintah pusat mendorong hilirisasi industri berbasis sumber daya alam. Sumut selama ini menjadi salah satu provinsi penghasil kelapa sawit terbesar di Indonesia, namun sebagian besar masih diekspor dalam bentuk mentah.
Pemerintah Provinsi Sumut berharap kerja sama dengan Finlandia bisa segera terwujud dalam waktu dekat. Bobby menargetkan perluasan PSEL tidak hanya di Medan dan Deli Serdang, tetapi juga ke kabupaten/kota lain yang memiliki permasalahan sampah serupa.
"Kami harap kita bisa kerja sama dengan skala yang sama atau yang lebih kecil di beberapa wilayah," ucapnya.
Proyek PSEL Medan Raya sendiri merupakan salah satu proyek strategis daerah yang digadang-gadang menjadi solusi pengelolaan sampah berkelanjutan sekaligus sumber energi baru terbarukan. Jika kerja sama dengan Finlandia terealisasi, Sumut akan menjadi salah satu provinsi percontohan dalam pengelolaan limbah berbasis teknologi di Indonesia.