Tombol Kepingan Salju di Dekat Tuas Transmisi Ternyata Mengaktifkan Mode Salju, Ini Cara Kerja dan Fungsinya

Penulis: Mukhtar Latif  •  Kamis, 11 Juni 2026 | 16:24:01 WIB
Tombol kepingan salju mengaktifkan Snow Mode untuk meningkatkan traksi di jalan licin.
Ternyata Mengaktifkan Mode Salju, Ini Cara Kerja dan Fungsinya LEAD: Tombol kecil bergambar kepingan salju yang sering ditemukan di dekat tuas transmisi bukan sekadar aksesori. Fungsinya adalah mengaktifkan Snow Mode, pengaturan berkendara khusus untuk jalan licin akibat salju, es, atau hujan beku. Mode ini memperlambat respons pedal gas dan mengubah pola perpindahan gigi transmisi untuk menjaga traksi roda. ISI:

Fitur ini mungkin tidak pernah tersentuh sebagian besar pengemudi di Indonesia, mengingat iklim tropis yang jarang bersalju. Namun, bagi mereka yang tinggal di negara dengan empat musim atau kerap bepergian ke pegunungan bersalju, Snow Mode bisa menjadi penyelamat. Prinsip kerjanya sederhana: membuat mobil kurang agresif saat akselerasi sehingga roda tidak kehilangan cengkeraman di permukaan licin.

Dalam kondisi normal, injakan pedal gas yang tiba-tiba bisa membuat roda berputar terlalu cepat dan kehilangan traksi. Snow Mode mengantisipasi hal ini dengan memperlambat respons throttle. Pada saat yang sama, transmisi berpindah ke gigi lebih tinggi lebih awal dari biasanya. Beberapa mobil bahkan dirancang untuk mulai melaju dari gigi kedua, bukan pertama, demi mengurangi torsi berlebih ke roda. Sistem kontrol traksi pun menjadi lebih sensitif dan langsung bereaksi begitu mendeteksi salah satu roda mulai selip.

Hyundai Pantau Putaran Roda Setiap 0,02 Detik

Setiap pabrikan memiliki pendekatan berbeda dalam menerapkan Snow Mode. Hyundai, misalnya, menerapkannya pada model Tucson, Venue, dan Santa Fe melalui Drive Mode Select. Sistem mereka memeriksa putaran roda setiap seperlima puluh detik, atau 0,02 detik. Jika satu ban mulai kehilangan cengkeraman, torsi secara otomatis dialihkan ke roda lain untuk menjaga mobil tetap pada jalur yang diinginkan.

Di sisi lain, Toyota dan Lexus masih menyediakan tombol fisik khusus bertuliskan "Snow" atau "ECT Snow" di konsol tengah, seperti pada Highlander. Subaru menamai sistem serupa dengan sebutan X-Mode. Mobil-mobil lawas seperti Saturn Astra bahkan menggunakan simbol kepingan salju langsung pada tombolnya. Sementara Ford menyebutnya Slippery Mode yang diakses melalui dial putar, dan Land Rover menggabungkannya ke dalam satu setelan Grass, Gravel, and Snow.

Kapan Mode Ini Harus Diaktifkan?

Aturan pakainya cukup jelas: aktifkan begitu kondisi jalan mulai memburuk—baik itu salju segar, es yang membeku, atau hujan yang membeku. Mode ini juga sangat membantu saat mobil merangkak naik di tanjakan licin. Beberapa pengemudi bahkan menggunakannya di medan lumpur jika tidak ada mode khusus untuk itu, karena prinsip traksi rendah yang sama berlaku.

Kabar baiknya, Anda tidak perlu memarkirkan mobil untuk mengaktifkan fitur ini. Volkswagen, misalnya, mengizinkan pengemudi beralih ke Snow Mode saat kendaraan sedang melaju. Namun, perlu diingat bahwa mode ini tidak berguna di jalan kering. Menggunakannya justru akan membuat akselerasi terasa tumpul dan boros bahan bakar. Sebaiknya matikan begitu aspal kembali kering.

Yang terpenting, Snow Mode bukanlah solusi ajaib. Ia tidak bisa menyelamatkan ban yang sudah botak atau menarik mobil keluar dari lapisan es tebal. Fungsi utamanya hanyalah membuat mobil sedikit lebih jinak agar tidak mudah lepas kendali. Untuk kondisi ekstrem, rantai ban tetap menjadi perlengkapan yang paling direkomendasikan.

Reporter: Mukhtar Latif
Sumber: slashgear.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top