Di Tengah Peringatan Hardiknas, 3.000 Pelajar se-Sumut Ikuti Olimpiade Sains Digital di UINSU Medan

Penulis: Ramli Ahmad  •  Senin, 01 Juni 2026 | 15:36:01 WIB
pelajar se-Sumut mengikuti Madrasah Science Olympiad 2026 di UINSU Medan secara digital.

MEDAN — Sebanyak 3.000 lebih pelajar dari tingkat SD/MI hingga SMA/MA/SMK se-Sumatera Utara memadati Gelanggang Mahasiswa Kampus Sutomo UINSU Medan pada Senin (1/6/2026). Mereka datang bukan sekadar mengikuti lomba, tetapi untuk merasakan atmosfer kompetisi sains digital yang selama ini hanya dinikmati segelintir siswa di kota besar.

Madrasah Science Olympiad (MSO) 2026 yang digelar UINSU bersama DIGNITI dan Kanwil Kemenag Sumut ini menjadi ajang unjuk kemampuan di 10 bidang sains, mulai dari Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, hingga Data Science. Seluruh ujian dilakukan secara digital—sebuah langkah yang dinilai mampu menyetarakan akses kompetisi bagi siswa dari daerah terpencil seperti Mandailing Natal, Nias, hingga Padang Lawas.

Mengapa Ajang Ini Berbeda dari OSN atau KSM?

Direktur DIGNITI, M. Donny Damara, menyebut MSO hadir sebagai wadah inklusif bagi siswa yang selama ini kesulitan menembus kuota terbatas Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan Kompetisi Sains Madrasah (KSM). "Setiap siswa punya kesempatan yang sama untuk bertarung dan menguji kemampuan sebelum menghadapi kompetisi resmi negara," ujarnya dalam sambutan.

Donny juga menekankan bahwa ajang ini bukan sekadar perlombaan. "Sekolah dan madrasah harus selalu berorientasi pada prestasi. Prestasi itulah yang akan menjadi nilai jual dan kebanggaan lembaga pendidikan," tegasnya. Ia berpesan agar para peserta tidak takut gagal, karena proses jatuh bangun dalam kompetisi adalah bekal mental untuk menjadi pemimpin di masa depan.

Dekan FST UINSU: "Ini Bukan Sekadar Lomba, Ini Transformasi"

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UINSU Medan, Dr. Zulham, yang hadir mewakili Rektor Prof. Dr. Nurhayati, tak ketinggalan membakar semangat para peserta. Dengan gaya interaktif, ia menceritakan bagaimana sains dan teknologi telah mengubah peradaban—dari zaman purba hingga era digital di mana informasi bisa dikirim dalam hitungan detik.

Dr. Zulham juga memanfaatkan momen ini untuk memperkenalkan tujuh program studi unggulan FST UINSU, termasuk Ilmu Komputer, Sistem Informasi, dan Data Science. "Fakultas ini adalah destinasi akademik masa depan bagi para jawara sains yang ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi," ujarnya di hadapan ratusan peserta yang riuh meneriakkan yel-yel madrasah.

Guru Rela Menyeberang Laut Demi Mendampingi Siswa

Kepala Kanwil Kemenag Sumut yang diwakili Ketua Tim Kesiswaan, Dr. Nur Syamsiah, memberikan apresiasi khusus kepada para guru pembimbing. "Ada yang rela menyeberang laut dari Nias, ada yang menempuh perjalanan 12 jam dari Mandailing Natal hanya untuk mendampingi anak didiknya," ungkapnya saat membuka acara secara resmi.

Menurutnya, perjuangan para guru ini adalah cerminan nyata semangat Hardiknas. "Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang memastikan anak-anak di pelosok tetap punya akses ke kompetisi bergengsi," tambahnya.

Apa Dampak Ajang Ini bagi Pendidikan di Sumut?

Kehadiran MSO 2026 di UINSU Medan bukan sekadar seremonial. Ajang ini menjadi bukti bahwa perguruan tinggi bisa berperan aktif dalam menjembatani kesenjangan akses kompetisi sains antara siswa di kota dan di daerah. Dengan sistem ujian digital, siswa dari daerah terpencil bisa merasakan standar kompetisi nasional tanpa harus ke Jakarta atau Medan.

Ke depan, panitia berharap MSO bisa menjadi agenda tahunan yang melahirkan bibit-bibit unggul di bidang sains dan teknologi. "Kami ingin anak-anak ini tidak hanya juara di tingkat provinsi, tapi bisa bersaing di tingkat nasional dan internasional," pungkas Donny.

Reporter: Ramli Ahmad
Sumber: uinsu.ac.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top