TAPANULI UTARA — Pimpinan Cabang BRI BO Tarutung, Hary Adriansyah, memimpin langsung jalannya upacara yang mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia". Dalam amanat yang dibacakannya, Hary menekankan bahwa Pancasila telah terbukti menjadi bintang penuntun sekaligus jangkar moral bangsa Indonesia.
Dalam sambutan yang dikutip dari surat edaran Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Hary menyampaikan bahwa nilai musyawarah dan mufakat yang terkandung dalam Pancasila dinilai menjadi instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini. "Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi jawaban dalam mewujudkan perdamaian dunia yang abadi," ujarnya.
Indonesia, lanjutnya, memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik yang memicu konflik di berbagai belahan dunia.
Peringatan ini juga menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, untuk tidak menjadikan Pancasila sekadar simbol atau tulisan di dinding. "Nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pelayanan kepada masyarakat dan lingkungan kerja," tegas Hary dalam amanatnya.
Rahmat Panggabean dipercaya sebagai Komandan Upacara pada kegiatan yang dihadiri oleh jajaran pimpinan cabang, pimpinan cabang pembantu, SBM, MBM, AMOL, MRR, supervisor, serta seluruh pekerja BRI BO Tarutung. Mereka semua diajak untuk terus memperkuat komitmen kebangsaan dan menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.
Bagi institusi perbankan seperti BRI, internalisasi nilai-nilai Pancasila dinilai krusial untuk menjaga integritas dalam pelayanan publik. Di tengah disrupsi digital yang mengubah lanskap industri keuangan, prinsip musyawarah dan gotong royong menjadi fondasi dalam membangun kepercayaan nasabah.
Melalui peringatan ini, insan Brilian BO Tarutung diharapkan semakin memperkokoh semangat nasionalisme serta menjadikan Pancasila sebagai landasan dalam berkarya, melayani, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara. Upacara ditutup dengan ajakan untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman yang menjadi kekuatan utama Indonesia.