Rupiah Terjerembap ke Rp17.844 per Dolar AS, Terseret Konflik Timur Tengah dan Kebutuhan Valas Musiman

Penulis: Hamzah Effendi  •  Senin, 01 Juni 2026 | 11:38:01 WIB
Rupiah melemah ke Rp17.844 per dolar AS di tengah ketidakpastian geopolitik Timur Tengah.

SUMATERA UTARA — Tekanan terhadap mata uang Garuda terjadi bersamaan dengan pelemahan hampir seluruh mata uang regional. Won Korea Selatan menjadi yang terburuk dengan koreksi 0,71 persen, disusul peso Filipina yang melemah 0,18 persen dan baht Thailand yang turun 0,17 persen. Dolar Singapura, yuan China, dan yen Jepang juga tak luput dari tekanan, meski dengan besaran yang lebih kecil.

Di kawasan negara maju, euro Eropa melemah 0,12 persen, sementara franc Swiss terkoreksi paling dalam sebesar 0,27 persen. Dolar Australia dan poundsterling Inggris juga tercatat berada di zona merah.

Dua Beban Sekaligus: Geopolitik dan Arus Modal Keluar

Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pergerakan rupiah saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal. "Investor masih wait and see perkembangan kesepakatan AS-Iran yang masih limbung," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Senin (1/6). Selain itu, pasar juga mengantisipasi rilis data inflasi dan neraca perdagangan domestik yang akan diumumkan besok.

Dari sisi domestik, Bank Indonesia (BI) mengonfirmasi adanya peningkatan kebutuhan dolar AS secara musiman. Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyebut tekanan terhadap rupiah juga berasal dari pembayaran utang luar negeri (ULN) dan repatriasi dividen. "Di tengah arus masuk dolar AS yang terbatas," kata Ramdan pada Jumat (29/5) lalu.

BI Siap Intervensi, Harga Minyak Turun Bisa Jadi Penopang

Kendati berada di bawah tekanan, Lukman memperkirakan rupiah masih berpeluang berkonsolidasi dalam rentang Rp17.750 hingga Rp17.800 per dolar AS pada hari ini. Salah satu faktor yang bisa meredam pelemahan adalah penurunan harga minyak dunia, yang berpotensi mengurangi beban impor energi Indonesia.

Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus melakukan intervensi guna menjaga stabilitas kurs. "Bank Indonesia terus berkomitmen hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, around the world, around the clock," tegas Ramdan.

Fakta Singkat Pelemahan Rupiah Pagi Ini:

  • Rupiah melemah 37 poin atau 0,21 persen ke Rp17.844 per dolar AS.
  • Pelemahan terjadi di tengah ketidakpastian negosiasi AS-Iran dan antisipasi data inflasi domestik.
  • BI mencatat peningkatan kebutuhan valas musiman untuk pembayaran utang dan dividen.
  • Harga minyak yang menurun disebut sebagai katalis positif potensial bagi rupiah.

Investasi mengandung risiko.

Reporter: Hamzah Effendi
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top