SUMATERA UTARA — Jumat (29/5/2026), Aiptu Siswanto menyusuri area pertanian jagung milik warga di Kelurahan Pesantren. Ia mengecek kondisi tanaman, memastikan tidak ada hama atau gagal panen, lalu memberikan motivasi agar produktivitas terus naik.
“Kami berharap para petani semakin semangat dalam mengelola lahan pertanian sehingga mampu membantu mewujudkan swasembada pangan nasional,” ujar Aiptu Siswanto di sela kegiatan.
Yang menarik, ia juga mengimbau agar nantinya hasil panen jagung dijual melalui Bulog. Langkah ini dinilai krusial karena selama ini petani kerap terjebak tengkulak yang membeli dengan harga rendah saat panen raya.
Bulog sebagai buffer stock pemerintah memiliki kewajiban menyerap hasil panen petani dengan harga acuan yang sudah ditetapkan. Dengan begitu, petani tidak perlu khawatir harga anjlok saat produksi melimpah.
Kehadiran polisi di tengah aktivitas pertanian juga diapresiasi warga. Selain memberi rasa aman, petani mengaku terbantu dengan pendampingan dan edukasi soal kualitas hasil panen serta saluran distribusi yang tepat.
Kapolsek Pesantren Kompol Siswandi menegaskan bahwa jajaran Bhabinkamtibmas akan terus aktif mendampingi petani sebagai bagian dari dukungan Polri terhadap program Asta Cita Presiden di sektor ketahanan pangan.
Indonesia masih menghadapi tantangan impor jagung setiap tahun. Jika petani lokal bisa menjual langsung ke Bulog dengan harga terjamin, pasokan dalam negeri akan lebih kuat dan ketergantungan impor bisa ditekan.
Sinergi antara Polri, petani, dan Bulog seperti di Kediri Kota ini diharapkan bisa direplikasi di daerah sentra jagung lainnya. Langkah kecil di lapangan—seperti pengecekan lahan oleh Bhabinkamtibmas—ternyata bisa berdampak besar pada kesejahteraan petani dan stabilitas pangan nasional.
Dengan pendampingan yang konsisten, target swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah bukan lagi sekadar wacana.