Penyembelihan berlangsung di lingkungan Mapolres Madina, Jumat (29/5). Personel Polres, Bhayangkari, tokoh masyarakat, dan panitia kurban turut terlibat dalam prosesi tersebut. Kapolres Madina menyebut kegiatan ini bukan sekadar ibadah, melainkan ajang mempererat silaturahmi antara polisi dan warga.
Daging kurban langsung dibagikan kepada masyarakat kurang mampu di sekitar Mapolres. Sebagian juga disalurkan ke personel Polres dan berbagai kecamatan di wilayah hukum Polres Madina agar manfaatnya merata.
“Idul Adha mengajarkan nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama. Melalui kegiatan kurban ini, kami berharap kehadiran Polri dapat terus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Kapolres Madina dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan.
Dari total 25 ekor sapi yang dikurbankan, sebanyak 4 ekor merupakan bantuan dari pimpinan Polda Sumut. Rinciannya, 3 ekor dari Kapolda Sumut dan 1 ekor dari Wakapolda Sumut. Sisanya berasal dari personel Polres Madina dan Bhayangkari.
Proses penyembelihan berlangsung penuh khidmat dan sesuai syariat. Panitia memastikan seluruh tahapan berjalan tertib, mulai dari pemotongan hingga pendistribusian daging ke tangan penerima.
Kapolres menambahkan bahwa kegiatan sosial keagamaan seperti ini diharapkan terus berlanjut setiap tahun. “Polri Presisi untuk Negeri, hadir berbagi dan peduli kepada masyarakat,” ujarnya menutup pernyataan.
Suasana kebersamaan dan rasa syukur mewarnai pelaksanaan kurban tahun ini. Polres Madina optimistis hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat di Kabupaten Mandailing Natal semakin kuat melalui agenda berbagi seperti ini.