SUMATERA UTARA — Tim medis Brasil mengonfirmasi kabar buruk di pusat latihan Granja Comary, Selasa (20/5) waktu setempat. Hasil pemindaian MRI menunjukkan Neymar mengalami cedera betis tingkat dua, bukan sekadar pembengkakan otot seperti yang sempat dikhawatirkan sebelumnya. Dokter tim, Rodrigo Lasmar, memperkirakan proses pemulihan akan memakan waktu dua hingga tiga pekan.
“Neymar melapor untuk bertugas kemarin di Granja Comary, menjalani semua tes medis, yang diakhiri dengan pemindaian MRI yang mengungkapkan cedera betis tingkat dua,” ujar Lasmar kepada Fotmob. Cedera ini didapat Neymar saat Santos tumbang 0-3 dari Coritiba pada 17 Mei lalu.
Setelah laga tersebut, ia absen dalam tiga pertandingan berikutnya bersama Santos. Neymar sempat mengira masalahnya tidak terlalu serius, namun hasil MRI membuktikan sebaliknya.
Pelatih Carlo Ancelotti tentu menaruh harapan besar pada proses penyembuhan sang penyerang. Sejak debut di tim senior, Neymar telah mengoleksi 79 gol dari 128 penampilan, menjadikannya andalan utama di lini depan Brasil. Tanpa dia, lini serang Selecao kehilangan sosok kreator utama.
Rekam jejak Neymar di Piala Dunia juga impresif. Dalam 13 pertandingan, ia mencatatkan delapan gol dan tiga assist. Hanya Ronaldo Nazario, Pele, dan Jairzinho yang memiliki kontribusi gol lebih banyak untuk Brasil di putaran final.
Neymar juga tercatat sebagai satu dari tiga pemain yang berhasil mencetak gol dan assist dalam tiga edisi Piala Dunia terakhir. Dua nama lain yang masuk dalam daftar eksklusif itu adalah Lionel Messi dan Luka Modric. Catatan ini menegaskan konsistensinya di panggung terbesar sepak bola dunia.
Kini, Brasil harus bersiap tanpa Neymar di laga uji coba melawan Panama dan Mesir. Laga pembuka Piala Dunia melawan Maroko pada Juni mendatang pun kemungkinan besar akan menjadi pertandingan yang terlalu cepat bagi sang pemain untuk pulih total.