MEDAN — Bukan sekadar menjamin lampu tetap menyala, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara menyiapkan pengamanan kelistrikan berlapis untuk menyukseskan ASEAN U-19 Boys’ Championship 2026. Turnamen sepak bola usia muda se-Asia Tenggara ini akan berlangsung pada 1-14 Juni 2026 di Sumatera Utara, dengan tiga stadion utama yang menjadi tuan rumah.
General Manager PLN UID Sumatera Utara Mundhakir Salman di Medan, Kamis, mengonfirmasi bahwa pertandingan akan digelar di Stadion Utama Sumatera Utara, Stadion Teladan, dan Stadion Madya. Untuk mengamankan pasokan listrik di ketiga venue tersebut, PLN telah menyiagakan generator set (genset) dan uninterruptible power supply (UPS) sebagai cadangan jika terjadi pemadaman mendadak.
Meski persiapan teknis telah dimatangkan, data terbaru menunjukkan tantangan yang tidak kecil. Saat ini, daya mampu pasok (DMP) sistem kelistrikan Sumatera Utara tercatat sebesar 1.798,5 megawatt (MW), dengan beban puncak mencapai 1.793,6 MW. Artinya, cadangan daya yang tersedia hanya 4,9 MW — angka yang sangat tipis untuk menghadapi lonjakan beban mendadak selama pertandingan berlangsung.
Namun, Mundhakir menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung penuh penyelenggaraan acara internasional ini. “Bagi PLN, keandalan listrik merupakan bagian dari wajah pelayanan daerah,” ujarnya.
Menurut Mundhakir, sebagai tuan rumah agenda internasional, Sumatera Utara membutuhkan dukungan kelistrikan yang andal agar seluruh kegiatan berjalan lancar. Ia menambahkan, listrik bukan hanya infrastruktur teknis, tetapi juga bagian penting dalam mendukung rasa aman masyarakat, kenyamanan beribadah, aktivitas ekonomi, serta kelancaran pelayanan publik selama turnamen berlangsung.
PLN UID Sumatera Utara tidak bekerja sendiri. Mundhakir menyebutkan bahwa koordinasi terus diperkuat dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, aparat keamanan, panitia pelaksana, serta seluruh pemangku kepentingan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan respons cepat jika terjadi gangguan pada jaringan induk selama pertandingan, seremoni, atau penyiaran langsung.
Gelaran Piala AFF U-19 menjadi ajang pembuktian kemampuan daerah dalam menyelenggarakan event olahraga bertaraf internasional. Keandalan listrik menjadi salah satu indikator utama profesionalitas penyelenggara. Dengan cadangan daya yang sangat terbatas, tekanan pada sistem kelistrikan Sumut selama dua pekan ke depan akan menjadi ujian nyata bagi PLN dan seluruh pemangku kepentingan. Jika sukses, ini akan menjadi modal kepercayaan untuk menarik event internasional lain ke provinsi ini di masa depan.