MEDAN — Wali Kota Medan, Rico Waas, mengajak seluruh warga untuk memaknai Iduladha tahun ini sebagai momentum memperkuat kepedulian sosial dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Ajakan tersebut disampaikan di tengah perayaan yang identik dengan ibadah kurban dan semangat berbagi antar sesama.
Menurut Rico, esensi Iduladha tidak hanya berhenti pada penyembelihan hewan kurban, tetapi harus melahirkan aksi nyata yang berdampak bagi masyarakat sekitar. Ia mendorong agar semangat pengorbanan dan kebersamaan yang diajarkan dalam perayaan ini diterjemahkan dalam bentuk aksi sosial yang konkret.
Ajaran berkurban, kata Rico, mengajarkan kepekaan terhadap sesama yang membutuhkan. Namun, ia juga mengingatkan bahwa dampak dari perayaan Iduladha tidak boleh mengabaikan kebersihan lingkungan. Pengelolaan limbah kurban, seperti darah dan jeroan, harus menjadi perhatian bersama agar tidak menimbulkan masalah kesehatan dan pencemaran.
"Mari kita jadikan Iduladha sebagai ajang untuk memperkuat solidaritas sosial. Jangan lupa, kita juga harus bertanggung jawab terhadap lingkungan setelah prosesi kurban selesai," ujar Rico, mengingatkan warga Medan.
Rico menekankan bahwa ibadah kurban adalah simbol ketakwaan dan kepatuhan. Lebih dari itu, momen ini menjadi pengingat akan pentingnya keseimbangan antara hubungan vertikal dengan Tuhan dan hubungan horizontal dengan sesama manusia serta alam.
Di Kota Medan, perayaan Iduladha biasanya melibatkan partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari masjid, perkantoran, hingga lingkungan RT/RW. Semangat gotong royong dalam penyembelihan dan pendistribusian daging kurban dinilai sebagai modal sosial yang kuat untuk membangun kepedulian kolektif.
Wali kota mengimbau agar warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi agen perubahan di lingkungannya. Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan antara lain membantu proses distribusi daging kurban ke warga yang kurang mampu, serta memastikan kebersihan area penyembelihan dan pemotongan.
"Kita ingin tradisi kurban ini tidak hanya menjadi ritual tahunan, tetapi benar-benar membawa berkah bagi lingkungan dan masyarakat Medan secara keseluruhan," pungkas Rico Waas.