SUMATERA UTARA — Premier League 2025-26 menyajikan kejutan besar. Tim besutan Mikel Arteta, Arsenal, akhirnya memutus kutukan dengan mengangkat trofi liga untuk pertama kalinya sejak era The Invincibles pada 2004. Keberhasilan ini tak lepas dari peran sporting director Andrea Berta yang mendatangkan enam pemain anyar di jendela transfer, termasuk Martin Zubimendi dan Viktor Gyokeres.
Di sisi lain, Liverpool yang diprediksi sebagai juara justru tampil mengecewangkan. Arne Slot gagal mempertahankan performa tim dan dituding menerapkan sepak bola membosankan. The Reds bahkan tidak pernah mendekati persaingan gelar dan tersingkir dari Liga Champions.
Nasib berbeda dialami Manchester United. Setelah memecat Ruben Amorim pada Januari, Michael Carrick mengambil alih dan langsung membangkitkan tim. Setan Merah mengumpulkan 29 poin lebih banyak dibanding musim sebelumnya dan finis di posisi ketiga, memberikan harapan baru bagi para penggemar.
Aston Villa mengamankan posisi keempat dan mengakhiri paceklik trofi dengan memenangkan Liga Europa. Gol Youri Tielemans, Emiliano Buendia, dan Morgan Rogers ke gawang Freiburg di final memastikan trofi pertama klub sejak 1996. Sementara itu, Bournemouth di bawah asuhan Andoni Iraola finis di urutan keenam berkat catatan 18 pertandingan tak terkalahkan di paruh kedua musim.
Kejutan terbesar datang dari Sunderland. Promosi dan kehilangan Jobe Bellingham tak menghalangi mereka finis di peringkat ketujuh. Regis Le Bris berhasil membaurkan pemain anyar menjadi unit yang solid dan menjauh dari zona degradasi sejak awal musim.
Manchester City yang sempat kesulitan musim lalu bangkit kembali. Pep Guardiola membawa timnya finis sebagai runner-up dan memenangkan Piala Liga serta Piala FA di musim terakhirnya. Rodri yang pulih dari cedera parah menjadi kunci kebangkitan The Citizens, meski akhirnya harus mengakui keunggulan Arsenal di pekan pamungkas.