TANJUNGBALAI — Perusahaan pengisian elpiji bersubsidi di Kota Tanjungbalai, PT Tomimaru Gasindo, kembali menjalankan tradisi tahunannya di Hari Raya Idul Adha 1447 H. Manajemen memastikan dua ekor sapi akan dipotong pada Rabu (27/5/2026) seusai Salat Id.
Kuasa Direktur PT Tomimaru Gasindo, Madong Gorat Siahaan, mengatakan penyembelihan berlangsung di halaman perusahaan yang beroperasi sebagai Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) tersebut. Pembagian daging kurban sudah diatur agar menjangkau dua kelompok penerima secara proporsional.
"Daging seekor sapi kurban khusus untuk masyarakat dan seekor lagi dibagikan kepada karyawan kami," kata Gorat di Tanjungbalai, Senin.
Pembagian ini, menurut Gorat, bukan sekadar seremonial tahunan. Perusahaan ingin memastikan dampak sosial kurban terasa langsung oleh tetangga terdekat pabrik dan juga tenaga kerja yang setiap hari beroperasi di lingkungan SPBE.
Lebih dari sekadar bagi-bagi daging, Madong Gorat Siahaan menjelaskan makna yang ingin dibangun perusahaan lewat kegiatan ini. Ia menyebut kurban memiliki dua dimensi sekaligus.
"Secara vertikal, kurban menjadi wujud syukur dan sarana mendekatkan diri kepada sang pencipta Allah SWT. Secara horizontal, kurban mempererat solidaritas, menumbuhkan empati, dan membantu kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan melalui distribusi daging," ujarnya.
PT Tomimaru Gasindo beroperasi sebagai SPBE bersubsidi di Tanjungbalai, kota di pesisir timur Sumatera Utara yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka. Setiap momen Idul Adha, perusahaan rutin menyisihkan hewan kurban sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan.