MEDAN — Tabligh Akbar ini menjadi salah satu agenda rutin PDM Medan untuk merefleksikan kembali semangat ber-Muhammadiyah di kalangan kader dan simpatisan. Dalam tausyiahnya, Guru Besar UIN Sumatera Utara menekankan pentingnya adaptasi organisasi terhadap perkembangan teknologi dan informasi tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar yang sudah menjadi ciri khas Muhammadiyah.
Pesan yang disampaikan dalam tabligh akbar tersebut tidak hanya bersifat seremonial. Guru Besar UIN Sumatera Utara mengingatkan bahwa tantangan dakwah di era digital jauh lebih kompleks dibandingkan masa lalu. Warga Muhammadiyah, kata dia, harus mampu menjadi pelopor dalam menyebarkan informasi yang menyejukkan dan berbasis ilmu pengetahuan, bukan sekadar ikut-ikutan dalam arus informasi yang belum tentu valid.
“Ini panggilan untuk kembali ke khittah. Bahwa menjadi bagian dari Muhammadiyah berarti siap mengabdi dan mencerahkan, bukan hanya di lingkungan internal tapi juga di tengah masyarakat luas,” ujar Guru Besar UIN Sumatera Utara dalam tausyiahnya.
PDM Medan selama ini dikenal aktif menggelar kegiatan keagamaan dan sosial yang menyasar berbagai lapisan masyarakat. Tabligh Akbar Hari Bermuhammadiyah menjadi salah satu wadah untuk menyatukan visi para kader, terutama dalam menghadapi isu-isu kontemporer seperti intoleransi, radikalisme, dan degradasi moral. Acara ini juga dihadiri oleh para pimpinan ranting dan cabang Muhammadiyah se-Kota Medan.
Dalam kesempatan itu, Ketua PDM Medan menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini adalah bentuk investasi jangka panjang untuk mencetak kader yang tangguh secara intelektual dan spiritual. “Kami ingin memastikan bahwa semangat ber-Muhammadiyah terus hidup dan relevan, terutama bagi generasi muda yang kini akrab dengan gawai,” jelasnya.
Hari Bermuhammadiyah bukan sekadar peringatan hari lahir organisasi. Ini adalah momen evaluasi dan penguatan kembali komitmen terhadap tujuan Muhammadiyah, yaitu mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Berbeda dengan peringatan hari besar Islam pada umumnya, Hari Bermuhammadiyah lebih menekankan pada kontribusi nyata warga persyarikatan dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial.
Guru Besar UIN Sumatera Utara juga menyinggung pentingnya literasi digital bagi para dai dan pengurus Muhammadiyah. Menurutnya, dakwah tidak lagi cukup hanya dilakukan di mimbar atau pengajian rutin, tetapi harus merambah ke platform digital yang menjadi ruang publik baru bagi masyarakat.
Apakah Tabligh Akbar ini hanya untuk anggota Muhammadiyah?
Tidak. Kegiatan ini terbuka untuk umum, terutama masyarakat Kota Medan yang ingin memperdalam pemahaman tentang Islam yang berkemajuan. Panitia biasanya menyediakan tempat bagi warga non-Muhammadiyah yang hadir.
Bagaimana cara mengetahui jadwal kegiatan PDM Medan selanjutnya?
Informasi resmi biasanya diumumkan melalui papan pengumuman di masjid-masjid Muhammadiyah, media sosial resmi PDM Medan, atau melalui pengurus ranting dan cabang setempat.