Potensi Zakat Binjai Capai Rp6 Miliar, Baru Terealisasi Rp2,6 Miliar — Kesadaran ASN dan Warga Masih Rendah

Penulis: Ramli Ahmad  •  Selasa, 19 Mei 2026 | 22:44:55 WIB
Potensi zakat di Kota Binjai mencapai Rp6 miliar, namun realisasi baru Rp2,6 miliar pada 2025.

BINJAI — Angka itu terungkap dalam diskusi antara Direktur Eksekutif LSM P3H Sumut, Muhammad Jaspen, dengan jajaran Baznas Kota Binjai, Selasa (19/5/2026). Dari data yang disampaikan, realisasi zakat dan infak dari lingkungan Pemerintah Kota Binjai serta Kementerian Agama setempat belum menyentuh setengah dari potensi yang ada.

“Ternyata potensi zakat di Kota Binjai itu sebagaimana laporan dari Baznas mencapai Rp6 miliar. Namun berdasarkan data yang masuk sepanjang tahun 2025, realisasinya baru sekitar Rp2,6 miliar lebih,” ujar Muhammad Jaspen usai pertemuan.

Rendahnya Kesadaran dan Minimnya Data Muzaki

Wakil Ketua II Baznas Kota Binjai, Ahmad Khairul Badri M.Pd, mengakui capaian itu masih jauh dari target. Menurutnya, dua faktor utama menjadi penghambat: kesadaran Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui lembaga resmi yang masih rendah, serta pemahaman soal kewajiban zakat penghasilan yang belum merata.

“Secara umum, potensi zakat Kota Binjai belum tercapai karena kesadaran ASN dan masyarakat masih rendah untuk menyalurkan zakat melalui lembaga resmi. Pemahaman soal kewajiban zakat penghasilan juga masih kurang,” jelas Khairul Badri saat menerima kunjungan di ruang kerjanya.

Ia menambahkan, sistem pelaporan yang berjalan selama ini juga belum ideal. Baznas hanya menerima setoran dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dan amil yang ditunjuk di lingkungan Pemko Binjai tanpa data rinci siapa saja muzaki yang menyalurkan.

“Yang selama ini diterima Baznas hanya transfer uang zakat melalui rekening di Bank Sumut Kota Binjai, bukan berdasarkan by name by address. Padahal data itu sangat dibutuhkan untuk pemetaan potensi zakat,” sambungnya.

Dorong Koordinasi dan Literasi Zakat

Khairul Badri mengajak seluruh penyuluh agama, stakeholder, dan jajaran Pemko Binjai untuk lebih aktif mengoptimalkan pengumpulan zakat. Koordinasi yang lebih baik dengan UPZ di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dinilai menjadi kunci.

Menurutnya, peningkatan literasi zakat dan penguatan sistem pendataan akan membuat potensi besar di Kota Binjai bisa tergarap lebih maksimal.

128 Unit Rumah Sudah Dibedah dari Dana Zakat

Di sisi lain, Khairul memaparkan pemanfaatan dana zakat yang sudah berjalan. Salah satu program unggulan Baznas Kota Binjai adalah bantuan bedah rumah bagi warga kurang mampu yang rumahnya tidak layak huni.

“Untuk program bedah rumah, total yang sudah kami bantu sebanyak 128 unit. Selain itu dana zakat juga disalurkan untuk fakir miskin, bantuan UMKM, serta sektor pendidikan,” ujarnya.

Dengan selisih yang masih lebar antara potensi dan realisasi, Baznas berharap kesadaran warga Kota Binjai untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi terus meningkat. Hal itu dinilai penting untuk memperkuat program kesejahteraan umat dan pengentasan kemiskinan di daerah.

Reporter: Ramli Ahmad
Sumber: orbitdigitaldaily.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top