TEBING TINGGI — Banjir yang melanda Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, berdampak pada ribuan warga. Data terbaru dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumut mencatat, empat kecamatan terendam banjir, meliputi 11 kelurahan.
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, menyampaikan bahwa banjir ini tidak menimbulkan korban jiwa. "Berdasarkan laporan korban luka maupun korban meninggal dunia dan pengungsi nihil," ujarnya.
Berdasarkan laporan Pusdalops Sumut yang diterima Senin, empat kecamatan yang terdampak adalah Kecamatan Rambutan, Padang Hulu, Bajenis, dan Tebing Tinggi Kota. Kecamatan Tebing Tinggi Kota menjadi wilayah dengan dampak terluas.
Di Kecamatan Tebing Tinggi Kota, sebanyak 442 KK dan 384 rumah terdampak, tersebar di Kelurahan Bandar Utama. Sementara itu, Kelurahan Badak Bejuang mencatat 84 KK dan 84 rumah, dan Kelurahan Tebing Tinggi Lama melaporkan 20 KK dan 20 rumah.
Kecamatan Bajenis juga mencatat angka signifikan. Sebanyak 307 KK terdampak, dengan rincian terbesar di Kelurahan Bulian sebanyak 182 KK dan 178 rumah, serta Kelurahan Berehol sebanyak 76 KK dan 71 rumah.
Banjir tidak hanya merendam pemukiman warga. Data Pusdalops mencatat, dua sekolah dasar negeri, satu puskesmas pembantu, satu pasar, dan satu mushalla juga ikut terdampak genangan air.
Di Kecamatan Rambutan, banjir merendam Kelurahan Seri Padang Lingkungan I dan II, berdampak pada 117 KK dan 103 rumah. Sementara di Kecamatan Padang Hulu, sebanyak 69 KK terdampak di Kelurahan Pabatu dan Kelurahan Lubuk Batu.
Yuyun, sapaan akrab Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumut, mengatakan berbagai upaya penanganan telah dilakukan oleh pemerintah setempat. Pihaknya juga berkoordinasi dengan pemangku kebijakan terkait di lokasi terdampak.
"Kondisi terkini masih dalam penanganan pihak terkait," ujarnya. BPBD Sumut memastikan koordinasi terus berjalan untuk memantau perkembangan situasi dan memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak banjir di Kota Tebing Tinggi.