MEDAN — Kemunculan Harimau Sumatera di kawasan permukiman dan perladangan warga Sumatera Utara meningkat dalam tiga bulan terakhir. Data yang dihimpun dari laporan warga dan siaran pers Balai Besar KSDA Sumatera Utara menyebut setidaknya enam kabupaten terdampak, mulai Humbang Hasundutan hingga Mandailing Natal.
Serangan terhadap ternak terjadi di dua lokasi berbeda. Satu sapi milik warga Desa Tukka, Kecamatan Pakkat, Humbang Hasundutan, mati diduga diterkam harimau pada Kamis (3/9/2026). Di Tapanuli Utara, dua dari empat kerbau milik Tulus Silaban, warga Desa Hutatua, ditemukan mati setelah diserang binatang buas pada Sabtu (8/8/2026).
Humbang Hasundutan: Harimau Tiga Bulan Berturut-turut Masuk Perladangan
Di Kecamatan Pakkat, harimau muncul berturut-turut sejak Juli 2026. Kemunculan pertama tercatat di perladangan warga Desa Ambobi Parangian pada Juli, lalu berlanjut ke perladangan Tukkan Dolok pada Agustus.
Peristiwa ketiga terjadi pada September ketika seekor sapi milik warga Desa Tukka diterkam. Lokasi kejadian berada di ladang warga berupa hamparan rerumputan seluas kurang lebih 100 x 100 meter di kawasan Areal Penggunaan Lainnya (APL).
Jarak lokasi dari kawasan Hutan Lindung Sibatu Minyak sekitar 300 meter. BBKSDA menyebut area tersebut merupakan kawasan gembala yang menjadi habitat satwa liar.
Penanganan yang dilakukan pihak BBKSDA selain pemantauan, juga melakukan mitigasi melalui koordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat.
Tapanuli Utara: Jejak Ditemukan di Dekat Pembangkit Listrik dan Sport Center
Kabupaten Tapanuli Utara mencatat kemunculan terbanyak. Pada Jumat (10/7/2026), warga Desa Hutatua dan Sihopang Desa Manalu Dolok, Kecamatan Parmonangan, melaporkan penemuan harimau di areal PT Partogi Hidro Energi Pembangkit Listrik.
Dua pekan berselang, warga Desa Pancurbatu, Kecamatan Adiankoting, menemukan jejak diduga kaki harimau di kawasan perladangan atau sekitar 500 meter dari perkampungan pada Rabu (22/7/2026).
Pada Kamis (23/7/2026), giliran Desa Parbubu Dolok, Kecamatan Tarutung, yang disambangi Harimau Sumatera. Jejak ditemukan di kawasan Sport Center Desa Parbubu Dolok.
Jejak harimau kembali ditemukan pada Jumat (14/8/2026) di Dusun Simarsalaon, Desa Pertengahan Manalu Purba, Kecamatan Parmonangan. Berdasarkan informasi yang diperoleh, jejak itu diduga mengarah ke kawasan Rappa Tumus, Desa Manalu Purba.
Pakpak Bharat: Harimau Terekam CCTV Memakan Bangkai Kerbau
Di Kabupaten Pakpak Bharat, warga sekitar perladangan Desa Kuta Saga, Kecamatan Kerajaan, menemukan seekor kerbau milik warga dalam kondisi mati diduga akibat serangan satwa liar pada Kamis (17/9/2026).
Dari informasi warga, di sekitar lokasi juga ditemukan jejak atau tapak yang diduga merupakan jejak kaki harimau. Hasil pemantauan kamera CCTV, harimau terekam saat memakan bangkai kerbau pada Jumat (18/9/2026).
Dairi dan Mandailing Natal: Jejak hingga Papasan Jarak 20 Meter
Jejak binatang buas yang dicurigai jejak kaki harimau ditemukan di perladangan Andika Pinem, warga Desa Bukit Lau Kersik, Kecamatan Gunung Sitembar, Kabupaten Dairi, pada Senin (21/9/2026). Petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara sedang melakukan penanganan di lokasi.
Di hari yang sama, kemunculan harimau dilaporkan terjadi di Desa Hutabargot Setia, Kecamatan Hutabargot, Kabupaten Mandailing Natal. Seorang warga desa berpapasan langsung dengan harimau dalam jarak sekitar 20 meter di sekitar kawasan perkebunan atau pemukiman setempat.
Petugas Balai Taman Nasional Batang Gadis melalui Seksi PTN Wilayah I Siabu bersama tim gabungan dari aparat desa, babinsa, dan warga sudah melakukan penanganan di lokasi.
Warga Diminta Waspada Saat Beraktivitas di Perladangan
Rangkaian kemunculan ini membuat warga di sejumlah desa khawatir menjalankan aktivitas sehari-hari, terutama mereka yang berkebun atau menggembala ternak di dekat kawasan hutan.
Mitigasi yang dilakukan BBKSDA bersama pemerintah desa dan kecamatan mencakup penyuluhan kepada masyarakat. Warga diimbau tidak beraktivitas sendirian di area perladangan yang berbatasan dengan habitat harimau.