MEDAN — Data Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (AQMS) kawasan Jalan Pinang Baris, Medan Sunggal, menunjukkan ISPU 75 atau masuk kategori Sedang. Sementara Stasiun AQMS Rusun Nawa di Jalan Kayu Putih, Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, mencatat ISPU 22 yang masuk kategori Baik.
Pada stasiun AQMS Jalan A.H. Nasution, polutan dominan adalah PM2,5 dengan skor 52 dan PM10 dengan skor 20. Stasiun AQMS Jalan Pinang Baris mencatat polutan dominan PM2,5 dengan skor 75 dan PM10 dengan skor 53.
Kepala DLH Medan Sebut Pemantauan Terus Berjalan
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan Melvi Marlabayana menyatakan pemantauan kualitas udara terus dilakukan. Menurut Melvi, kondisi udara di Medan masih masuk kategori tidak sehat akibat sebaran kabut asap dari wilayah lain di Pulau Sumatera.
"Per hari ini kami masih melakukan pemantauan terkait kondisi udara di Medan yang masih masuk kategori tidak sehat akibat sebaran kabut asap dari wilayah lain di Pulau Sumatera," ujar Melvi.
ISPU 52: Apa Artinya bagi Warga Medan
Angka ISPU 52 menempatkan kualitas udara Medan di batas bawah kategori Sedang. Pada level ini, udara umumnya tidak berdampak pada kesehatan manusia maupun hewan, tetapi kelompok sensitif disarankan tetap waspada.
Kelompok yang dimaksud mencakup anak-anak, lansia, serta warga dengan gangguan pernapasan dan jantung. Mereka dianjurkan membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan selama kondisi udara belum membaik.
Tiga Titik Pantau, Tiga Angka Berbeda
Selisih angka antarstasiun cukup lebar. Rusun Nawa di Medan Deli tercatat paling bersih dengan ISPU 22, sedangkan Pinang Baris di Medan Sunggal menjadi yang tertinggi dengan ISPU 75.
Perbedaan itu dipengaruhi karakter kawasan masing-masing. Pinang Baris merupakan simpul transportasi dengan kepadatan kendaraan tinggi, sementara kawasan Tanjung Mulia Hilir memiliki profil polusi yang berbeda.
Dominasi PM2,5 di dua stasiun menunjukkan partikel halus berukuran sangat kecil menjadi polutan utama. Partikel jenis ini bisa menembus saluran pernapasan hingga ke paru-paru dan pembuluh darah.
Kabut Asap dari Wilayah Lain Jadi Sorotan
Pernyataan DLH Medan menempatkan sebaran kabut asap lintas wilayah sebagai faktor yang ikut memengaruhi kualitas udara kota. Artinya, persoalan tidak sepenuhnya berasal dari sumber emisi di dalam Kota Medan.
Warga yang ingin memantau kondisi udara bisa merujuk data AQMS terdekat sebelum beraktivitas di luar ruangan. Pemantauan DLH Medan disebut masih berlangsung hingga kondisi udara kembali normal.