Pencarian

Rupiah Jebol Rp18.038 per Dolar AS, Tertekan Eskalasi Timur Tengah

Jumat, 16 Oktober 2026 • 09:39:01 WIB
Rupiah Jebol Rp18.038 per Dolar AS, Tertekan Eskalasi Timur Tengah
Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp18.038 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Jumat (16/10).

SUMATERA UTARA — Nilai tukar rupiah melemah 100 poin atau 0,56 persen ke level Rp18.038 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Jumat (16/10) pagi. Pelemahan terjadi di tengah eskalasi konflik Timur Tengah yang kembali mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia, ditambah tekanan sell-off di pasar ekuitas domestik.

Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah masih akan tertekan sepanjang sesi perdagangan hari ini. Menurutnya, kombinasi faktor eksternal dan domestik membuat posisi mata uang Garuda rentan terhadap penguatan dolar AS.

"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah eskalasi di Timur Tengah yang kembali melonjakan harga minyak mentah dunia. Dari domestik, sell-off di pasar ekuitas juga masih terus membebani rupiah," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.

Mata Uang Asia Mayoritas Melemah terhadap Dolar AS

Pelemahan tidak hanya dialami rupiah. Sejumlah mata uang Asia bergerak bervariasi terhadap dolar AS, dengan mayoritas terdepresiasi. Yen Jepang mencatat pelemahan terdalam di kawasan, turun 0,56 persen.

  • Yuan China melemah 0,02 persen
  • Peso Filipina turun 0,06 persen
  • Ringgit Malaysia terdepresiasi 0,04 persen
  • Dolar Singapura turun 0,05 persen
  • Yen Jepang melemah 0,56 persen
  • Won Korea Selatan terkoreksi 0,26 persen
  • Dolar Hong Kong bergerak datar

Pergerakan mata uang utama negara maju juga tidak seragam. Euro melemah tipis 0,02 persen, dolar Australia turun 0,04 persen, dolar Kanada terkoreksi 0,03 persen, dan franc Swiss melemah 0,11 persen. Hanya pound sterling Inggris yang menguat 0,01 persen terhadap dolar AS.

Rentang Pergerakan Rupiah Hari Ini

Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Level tersebut mencerminkan ruang pelemahan lanjutan jika tekanan eksternal berlanjut.

Kenaikan harga minyak mentah dunia menjadi salah satu pemicu utama. Eskalasi konflik di Timur Tengah mendorong pelaku pasar beralih ke aset safe haven, termasuk dolar AS, yang berdampak langsung pada mata uang negara berkembang.

Di pasar ekuitas domestik, gelombang jual masih berlanjut. Arus keluar dana asing dari saham-saham Indonesia menambah beban rupiah, karena investor cenderung menarik modal ke instrumen yang dianggap lebih aman selama ketidakpastian global meningkat.

Dampak bagi Pelaku Bisnis dan Investor

Pelemahan rupiah ke level Rp18.038 per dolar AS memperlebar tekanan bagi emiten yang memiliki utang dalam dolar AS. Sektor yang paling terpapar meliputi perusahaan penerbangan, manufaktur yang mengimpor bahan baku, dan emiten dengan beban utang valas besar.

Bagi investor, pelemahan ini menjadi sinyal untuk mencermati ulang komposisi portofolio, terutama pada aset yang sensitif terhadap pergerakan kurs. Obligasi negara dan saham berdenominasi rupiah berpotensi mengalami koreksi jika tekanan berlanjut.

Importir yang membutuhkan dolar AS untuk pembayaran transaksi juga menghadapi biaya lebih tinggi. Sementara eksportir di sektor komoditas berpotensi diuntungkan jika harga minyak dan komoditas global terus naik seiring eskalasi geopolitik.

Follow monitorsumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks