SUMATERA UTARA — Bartesian Duet bekerja dengan konsep yang familier: seperti Nespresso, tetapi khusus untuk minuman beralkohol. Pengguna cukup menambahkan botol minuman keras pilihan ke dalam mesin, memasukkan kapsul berisi konsentrat rasa, dan dalam hitungan menit, cocktail siap disajikan. Kami menguji langsung perangkat ini dan menemukan bahwa kemudahan pengoperasiannya sesuai dengan klaim pemasaran, namun ada beberapa catatan penting sebelum Anda memutuskan untuk membelinya.
Cara Kerja dan Kemudahan Penggunaan
Sistem kerja Bartesian Duet terbilang cerdas. Mesin ini menampung satu hingga empat jenis minuman keras sekaligus, tergantung model yang digunakan. Setiap kapsul cocktail memiliki barcode yang dipindai mesin untuk menentukan jenis alkohol yang tepat untuk dicampur.
Pengguna bisa mengatur tingkat kekuatan minuman, yang secara otomatis memengaruhi jumlah air untuk mengencerkan konsentrat. Hasil akhirnya dituang ke dalam shaker berkualitas tinggi yang sudah disediakan, lengkap dengan es batu untuk mendinginkan sebelum disajikan.
Rasa dan Kualitas Minuman: Ada Kompromi
Dalam pengujian bersama sejumlah teman, minuman yang dihasilkan terasa sedikit artifisial. Sebagian besar cocktail membutuhkan tambahan soda dan perasan lemon untuk meningkatkan cita rasanya. Hal ini wajar karena kapsul Bartesian tidak mengandung alkohol sama sekali, melainkan hanya konsentrat rasa non-alkohol.
Konsekuensinya, minuman seperti Aviation yang seharusnya mengandung crème de violette asli, hanya menggunakan pengganti non-alkohol. Ini menjadi titik lemah utama bagi mereka yang sudah terbiasa dengan rasa cocktail autentik dari bar.
Menariknya, rasa terbaik justru datang dari kapsul Lemon Drop, karena satu-satunya alkohol dalam minuman tersebut adalah vodka yang memang ditambahkan sendiri oleh pengguna. Semakin sedikit bahan yang perlu "ditiru", semakin baik hasilnya.
Harga dan Biaya Operasional yang Perlu Dipertimbangkan
Dengan banderol USD 300, Bartesian Duet bukanlah investasi kecil untuk peralatan dapur. Belum lagi biaya operasional yang mencapai USD 2,50 per kapsul cocktail. Jika dihitung, biaya per gelas bisa lebih mahal dibanding membeli cocktail langsung di bar kelas menengah.
Mesin ini juga memakan ruang cukup besar di meja dapur. Bagi mereka yang tinggal di apartemen mungil atau tidak memiliki space berlebih, hal ini bisa menjadi pertimbangan serius. Eksistensi mesin ini di dapur justru bisa mendorong pemiliknya untuk lebih sering minum demi "mengembalikan modal".
Untuk Siapa Mesin Ini Sebenarnya Ditujukan?
Setelah diuji dalam berbagai skenario, Bartesian Duet paling masuk akal untuk beberapa segmen spesifik. Pertama, mereka yang sering mengadakan pesta rumahan tanpa menyewa jasa bartender. Mesin ini memungkinkan penyajian menu cocktail lengkap tanpa perlu keahlian meracik minuman.
Kedua, perangkat ini juga cocok untuk pasangan senior yang memiliki rumah liburan dan ingin memberikan kesan mewah kepada tamu. Bahkan, ada yang berpendapat mesin ini bisa menjadi pilihan menarik untuk acara happy hour di kantor bersama, mengingat kemudahan operasionalnya yang tidak memerlukan keahlian khusus.
Namun, bagi Anda yang sudah memiliki bar pribadi lengkap dengan berbagai minuman keras premium, mesin ini terasa kurang relevan. Demikian pula bagi mereka yang sangat memperhatikan rasa otentik, karena hasil akhirnya masih belum bisa menandingi cocktail buatan bartender profesional.
Kesimpulannya, Bartesian Duet adalah produk yang menjalankan fungsinya dengan baik sebagai alat pembuat minuman praktis. Meski bukan untuk semua orang, ia punya tempat di dapur mereka yang mengutamakan kepraktisan dan hiburan rumahan di atas keaslian rasa.