Pencarian

Laba Timah Melonjak 804%, Pupuk Indonesia Naik 253%—Ini Daftar BUMN yang Cetak Rekor di Semester I 2026

Kamis, 13 Agustus 2026 • 13:10:31 WIB
Laba Timah Melonjak 804%, Pupuk Indonesia Naik 253%—Ini Daftar BUMN yang Cetak Rekor di Semester I 2026
Laba bersih PT Timah melonjak 804 persen pada semester I 2026, menjadi salah satu pencapaian tertinggi di antara BUMN.

SUMATERA UTARA — Gelombang perbaikan kinerja tengah melanda badan usaha milik negara (BUMN) pada paruh pertama 2026. Selain Timah, PT Pupuk Indonesia membukukan laba bersih Rp8,51 triliun atau melesat 253 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp2,41 triliun. Sektor semen juga ikut menguat, dengan PT Semen Indonesia mencatat pertumbuhan laba 196,5 persen menjadi Rp193,46 miliar dari sebelumnya Rp65,24 miliar.

Managing Partner BUMN Research Group LM FEB UI, Toto Pranoto, menilai momentum ini masih ditopang oleh perusahaan-perusahaan papan atas yang menjadi motor utama pendapatan negara. "Kinerja solid masih ditunjukkan BUMN blue chips yang sedari dulu menjadi motor penggerak revenue dan profit total BUMN, misal kinerja Himbara di sektor perbankan, sektor mineral dan hasil tambang, sektor telco dan Pertamina," ujarnya, Selasa (11/8/2026).

Dari Tambang hingga Perbankan: Sektor apa saja yang tumbuh?

Pertumbuhan laba tidak hanya terjadi di sektor komoditas. Di industri perkebunan, PT Agrinas Palma Nusantara mencatat laba Rp890 miliar, naik 150 persen dibandingkan periode sebelumnya yang sekitar Rp356 miliar. PTPN IV PalmCo juga membukukan laba Rp3,23 triliun, tumbuh 54 persen dari Rp2,10 triliun.

Di sektor jasa keuangan, PT Pegadaian membukukan laba Rp6,59 triliun atau naik 84,6 persen. Sementara itu, Bank Mandiri mencatat laba Rp30,41 triliun, tumbuh 24,3 persen dari Rp24,46 triliun. Bank Tabungan Negara (BTN) juga menorehkan kinerja positif dengan laba Rp2,40 triliun, naik 40,8 persen.

Sektor logistik dan energi turut berkontribusi. PT Pelindo membukukan laba Rp2,57 triliun, tumbuh 60,4 persen. Adapun PT Pertamina Geothermal Energy mencatat laba US$79,61 juta, naik 15,5 persen dibandingkan US$68,93 juta pada semester I 2025.

Kebangkitan Perusahaan yang Sempat Terpuruk

Yang tak kalah menarik adalah pembalikan arah kinerja sejumlah BUMN yang sebelumnya mengalami tekanan keuangan. PT Krakatau Steel berhasil membalikkan posisi dari kerugian sekitar Rp1,74 triliun menjadi laba sekitar Rp150 miliar hingga Rp185 miliar. PT Kimia Farma juga keluar dari zona merah, berbalik dari rugi Rp135,61 miliar menjadi laba sekitar Rp54,07 miliar.

Perubahan dari posisi rugi menuju laba ini menjadi catatan penting dalam proses pembenahan BUMN, khususnya bagi perusahaan yang selama bertahun-tahun menghadapi persoalan struktural.

Apa Langkah Selanjutnya?

Meski catatan laba semester I 2026 impresif, Toto mengingatkan bahwa peningkatan profit belum otomatis menghapus seluruh persoalan di ekosistem BUMN. "Harapan saya supaya proses streamlining BUMN bisa dipercepat sehingga perbaikan kinerja bisa lebih cepat dilaksanakan," lanjutnya.

Proses konsolidasi, efisiensi, penguatan tata kelola, dan optimalisasi aset tetap menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan. Rangkaian kinerja positif ini menjadi modal penting bagi pemerintah memasuki tahun kedua kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, namun penataan struktur perusahaan negara dinilai tetap menjadi kunci agar pertumbuhan berkelanjutan.

Follow monitorsumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jurnalpatrolinews.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks