Pencarian

67 Buruh Pelabuhan Belawan Kini Punya Rumah Pertama Lewat KPR FLPP Bank Sumut, Total Pembiayaan Rp 10,7 Miliar

Selasa, 04 Agustus 2026 • 08:53:01 WIB
67 Buruh Pelabuhan Belawan Kini Punya Rumah Pertama Lewat KPR FLPP Bank Sumut, Total Pembiayaan Rp 10,7 Miliar
Sebanyak 67 buruh pelabuhan di Belawan menandatangani akad KPR Sejahtera FLPP di Medan, Sabtu (1/8).

MEDAN — Ratusan tenaga kerja bongkar muat di Pelabuhan Belawan akhirnya menginjakkan kaki di hunian sendiri. Akad massal KPR Sejahtera FLPP yang difasilitasi PT Bank Sumut (Perseroda) mengubah status mereka dari pekerja harian menjadi pemilik rumah, sebuah pencapaian yang selama ini terasa mustahil bagi profesi dengan penghasilan tak menentu.

Penandatanganan akad yang berlangsung di Pekan Raya Sumatera Utara, Jalan Gatot Subroto, Sabtu (1/8) itu diikuti 67 debitur. Bank Sumut mencatat total pembiayaan yang digulirkan mencapai Rp 10,7 miliar untuk skema KPR bersubsidi pemerintah tersebut.

Skema KPR yang Menjangkau Kantong Buruh Harian

Faisal Panggabean, Pemimpin Divisi Kredit Konsumer Bank Sumut, menjelaskan program ini dirancang agar pekerja dengan penghasilan tidak tetap tetap bisa mengakses kredit perumahan. Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan dari pemerintah membuat cicilan menjadi lebih ringan dibandingkan KPR komersial biasa.

"Bank Sumut mendukung pemerataan akses kepemilikan rumah melalui penyaluran KPR Sejahtera FLPP kepada buruh di Pelabuhan Belawan," kata Faisal di Medan, Senin.

Lewat program ini, lanjut dia, tenaga kerja bongkar muat kini memiliki kesempatan memperoleh hunian layak dengan skema pembiayaan yang terjangkau. Momentum akad massal ini menjadi langkah awal bagi para peserta mewujudkan impian memiliki rumah pertama sekaligus membangun masa depan keluarga yang lebih baik.

Target 4.000 Unit untuk Berbagai Profesi di Sumut

Penyaluran KPR Sejahtera FLPP ini bukan sekadar seremonial. Bank Sumut telah menyiapkan 4.000 unit rumah untuk memperkuat target daerah bagi debitur dari berbagai profesi. Selain buruh pelabuhan, program menyasar Aparatur Sipil Negara (ASN), guru swasta, petani, hingga karyawan swasta.

Faisal menyebut kolaborasi menjadi kunci realisasi program ini. Bank Sumut menggandeng pemerintah pusat melalui BP Tapera serta para pengembang perumahan untuk menghadirkan pembiayaan yang mudah diakses dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

"Melalui kolaborasi bersama pemerintah, BP Tapera, dan para pengembang, Bank Sumut terus menghadirkan pembiayaan perumahan yang mudah diakses dan terjangkau," ungkapnya.

Mengapa Program Ini Krusial bagi Pekerja Pelabuhan?

Buruh bongkar muat di pelabuhan umumnya bekerja dengan sistem harian atau borongan. Pendapatan mereka fluktuatif, sehingga bank kerap kesulitan menilai kelayakan kredit. Kehadiran skema FLPP dengan bunga rendah dan tenor panjang menjadi pintu masuk bagi kelompok pekerja informal untuk memiliki aset properti.

Bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, realisasi ini mendukung target pengadaan 25.000 unit rumah bagi MBR tahun ini. Setiap rumah yang terakad massal berarti satu keluarga pindah dari status mengontrak atau menumpang menjadi pemilik hunian tetap.

Follow monitorsumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumut.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks