MEDAN — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan mencatat total 2.788 pohon terdampak proyek pembangunan BRT yang tersebar di sejumlah wilayah yang menjadi rute koridor bus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.196 pohon harus ditebang dan 592 pohon lainnya berhasil direlokasi ke lokasi yang lebih sesuai.
"Hingga Juli 2026, sebanyak 1.792 pohon telah ditanam," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, Melvi, di Medan, Jumat.
Angka Penanaman Masih di Bawah Jumlah Tebangan
Meski angka penanaman terbilang signifikan, jumlah tersebut masih menyisakan selisih sekitar 404 pohon dari total pohon yang ditebang. Namun, Pemkot Medan memastikan program penghijauan akan terus berjalan secara bertahap dengan target yang jauh lebih besar.
Melvi mengatakan, pihaknya menargetkan penanaman 61.170 pohon yang tersebar di sejumlah ruas jalan Kota Medan. "Pohon-pohon yang ditanam dipilih sesuai dengan karakteristik," katanya.
Pemilihan Jenis Pohon dan Lokasi Penanaman
Pemilihan jenis pohon menjadi perhatian utama DLH Kota Medan. Setiap lokasi penanaman memiliki karakteristik tanah dan lingkungan yang berbeda, sehingga jenis pohon yang ditanam pun disesuaikan agar dapat tumbuh optimal dan tidak merusak infrastruktur di sekitarnya.
Penanaman dilakukan di sejumlah titik yang telah ditentukan, baik di area yang sebelumnya menjadi lokasi pohon yang ditebang maupun di ruas-ruas jalan lain yang membutuhkan penghijauan tambahan.
Komitmen Wali Kota Medan terhadap Penghijauan
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Waas, menegaskan bahwa pemerintah kota terus berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk memastikan program penghijauan berjalan sesuai rencana. "Kemarin saya berkoordinasi dengan kementerian, saya minta update termasuk tentang penghijauannya," ujar Rico Waas.
Koordinasi dengan pemerintah pusat ini dilakukan untuk memastikan program penghijauan di Kota Medan sejalan dengan kebijakan nasional dan mendapatkan dukungan pendanaan maupun teknis yang diperlukan.
Proyek BRT dan Dampaknya terhadap Lingkungan
Pembangunan BRT di Kota Medan merupakan bagian dari upaya pemerintah kota menyediakan transportasi massal yang efisien bagi warga. Namun, proyek infrastruktur ini tidak dapat dihindarkan dari dampak lingkungan, terutama terhadap pepohonan di sepanjang koridor yang dilalui.
Melvi menegaskan bahwa pemerintah kota setempat berkomitmen menjaga keseimbangan lingkungan dengan memperhatikan program penghijauan. Langkah penanaman kembali ini menjadi bagian dari upaya restorasi lingkungan yang terdampak pembangunan.
Pemkot Medan berharap dengan adanya penanaman pohon pengganti ini, keseimbangan lingkungan di perkotaan tetap terjaga meskipun infrastruktur transportasi terus dikembangkan. Program penghijauan yang berkelanjutan juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas udara dan estetika kota.