MEDAN — Sembilan perguruan tinggi dengan total 17 program studi ilmu komunikasi di Sumatera Utara kini berada di bawah kepengurusan baru ASPIKOM Korwil Sumut. Target utama periode 2026-2030 adalah mendorong akreditasi unggul melalui kolaborasi antarkampus dan pendampingan asesor dari perguruan tinggi yang lebih maju.
Prioritas: Percepatan Akreditasi Unggul dan Kolaborasi Jejaring
Ketua ASPIKOM Korwil Sumut, Prof Dr Anang Azhar, menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama dalam periode kepengurusannya. Pihaknya akan membangun jejaring antarkampus untuk saling menguatkan dalam pengembangan kurikulum dan pendampingan akreditasi.
"Kolaborasi menjadi sebuah keharusan. Kita membangun jejaring antarkampus agar dapat saling menguatkan dalam pengembangan kurikulum, peningkatan mutu program studi, hingga pendampingan akreditasi menuju unggul," ujarnya usai pelantikan di Aula BKAD Sumut.
Selain sesama perguruan tinggi, kerja sama juga akan diperluas dengan organisasi profesi dan media massa. Langkah ini diambil untuk mendukung pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dorong Guru Besar Baru dan Perluas Keanggotaan
Salah satu fokus lain yang diusung kepengurusan baru adalah peningkatan jumlah guru besar di bidang ilmu komunikasi. Melalui jejaring ASPIKOM Pusat, perguruan tinggi di Sumut akan saling berbagi pengalaman dan pendampingan, termasuk menghadirkan asesor dari kampus yang sudah lebih maju.
Minat perguruan tinggi untuk bergabung dengan ASPIKOM Korwil Sumut juga terus meningkat. Sedikitnya tujuh perguruan tinggi telah menyampaikan keinginan menjadi anggota, di antaranya UIN Padangsidimpuan, STAI Mandailing Natal, dan Universitas Cut Nyak Dhien yang memiliki Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI). Perluasan keanggotaan akan diarahkan hingga berbagai daerah di Sumut.
Semangat "Satu Visi, Banyak Aksi Kolaborasi" dari Pusat
Ketua Umum ASPIKOM Pusat, Prof Anang Sujoko, dalam sambutannya menegaskan bahwa organisasi mengusung semangat "Satu Visi, Banyak Aksi Kolaborasi". Guru Besar Universitas Brawijaya ini menyoroti masih rendahnya perolehan pendanaan riset dan pengabdian masyarakat dari luar negeri, yang menjadi kendala bagi perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas program studi.
"Kami berkomitmen mendampingi program studi yang ingin meningkatkan akreditasi menjadi unggul. Seluruh program studi memiliki hak untuk berkonsultasi dengan pengurus pusat dalam proses tersebut," ujarnya.
ASPIKOM Pusat juga akan memperkuat organisasi profesi dosen dan peneliti sebagai upaya mendukung pemenuhan indikator akreditasi unggul. Pengurus daerah diminta memperkuat koordinasi dengan pusat untuk membangun kolaborasi penelitian dan pengabdian masyarakat di tingkat internasional.