MEDAN — Pemerintah Kota Medan menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pemadam Kebakaran (Damkarmat) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di halaman kantor wali kota, Senin lalu. Dalam sambutannya, Penjabat (Pj) Wali Kota Medan menegaskan bahwa usia institusi bukan sekadar seremonial, melainkan ajang refleksi kinerja.
"Kami ingin HUT ini jadi titik tolak untuk memperbaiki pelayanan kepada masyarakat," ujar Pj Wali Kota dalam keterangan yang diterima redaksi. Ia menyebutkan, respons cepat petugas Damkarmat saat kebakaran dan penertiban pedagang kaki lima oleh Satpol PP masih menjadi catatan yang harus ditingkatkan.
Evaluasi Respons Kebakaran dan Penertiban PKL
Pj Wali Kota menyoroti dua aspek utama yang menjadi keluhan warga. Pertama, waktu tanggap (response time) petugas Damkarmat yang dinilai belum konsisten di seluruh kecamatan. Kedua, pendekatan Satpol PP dalam menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang kerap menimbulkan gesekan di lapangan.
"Kita ingin petugas Damkarmat bisa sampai di lokasi maksimal 15 menit setelah laporan. Untuk Satpol PP, penertiban harus humanis dan mengedepankan sosialisasi, bukan sekadar menggusur," tegasnya.
Target Pelatihan dan Peralatan Baru
Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemkot Medan berencana menggelar pelatihan teknis bagi personel Damkarmat dan Satpol PP secara bertahap. Selain itu, pengadaan alat pemadam dan kendaraan operasional baru juga masuk dalam prioritas anggaran perubahan tahun ini.
"Kami sudah mengusulkan penambahan dua unit mobil pemadam untuk kawasan Medan Utara dan Medan Labuhan yang selama ini rawan kebakaran namun minim akses," ujar Kepala Dinas Damkarmat Medan.
Kolaborasi dengan Warga Jadi Kunci
Pemerintah kota juga mendorong pembentukan relawan kebakaran di tingkat kelurahan. Langkah ini dinilai efektif untuk mempercepat penanganan awal sebelum mobil pemadam tiba. Sementara itu, Satpol PP akan menggandeng tokoh pasar dan lurah untuk menyusun jadwal penertiban PKL yang lebih terukur.
Dengan evaluasi ini, HUT Damkarmat dan Satpol PP tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi benar-benar menjadi alat ukur untuk meningkatkan kualitas layanan dasar bagi warga Medan.