MEDAN — Proses pemulihan pasokan listrik di Sumatera Utara terus berlangsung setelah gangguan transmisi 275 kV Muara Bungo-Sungai Rumbai melumpuhkan sebagian besar sistem kelistrikan. Hingga Sabtu, sebanyak 199 penyulang dari total 540 penyulang yang terdampak telah berhasil dipulihkan dan kembali mengalirkan listrik ke pelanggan.
Pemicu Gangguan dan Wilayah Terdampak
Gangguan transmisi yang terjadi pada Jumat (22/5) pukul 18.44 WIB itu dipicu oleh cuaca ekstrem yang melanda sebagian wilayah Sumatra. Akibatnya, sejumlah daerah di Provinsi Sumatera Utara, termasuk wilayah sekitar Medan, mengalami pemadaman listrik serentak.
Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UID Sumut Darma Saputra menyebutkan bahwa gangguan ini berskala besar karena menyentuh jaringan transmisi utama yang memasok listrik ke berbagai daerah. "Gangguan tersebut terjadi akibat cuaca ekstrem yang menyebabkan sebagian wilayah Sumatra terdampak pada Jumat (22/5)," ujarnya di Medan, Sabtu.
Langkah Percepatan Pemulihan
PLN UID Sumut menerjunkan tim teknis untuk melakukan percepatan penormalan di titik-titik yang paling kritis. Proses pemulihan dilakukan secara bertahap dengan prioritas pada penyulang-penyulang yang melayani fasilitas publik dan permukiman padat penduduk.
Darma Saputra menegaskan komitmen perusahaan untuk segera mengembalikan pasokan listrik secara andal. "Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan dan berkomitmen untuk segera memulihkan pasokan listrik secara bertahap dan andal," ucapnya.
Informasi Perkembangan dan Layanan Pelanggan
PLN mengimbau masyarakat untuk memantau perkembangan pemulihan melalui aplikasi PLN Mobile atau menghubungi contact center PLN 123. Informasi terkini mengenai penyulang yang sudah dan belum pulih akan disampaikan secara berkala melalui kanal resmi tersebut.
Perusahaan juga menyampaikan permohonan maaf atas gangguan yang terjadi dan berharap masyarakat dapat bersabar selama proses penormalan berlangsung. Hingga berita ini diturunkan, tim teknis PLN masih bekerja di lapangan untuk memulihkan sisa penyulang yang belum berfungsi.