MEDAN — Lebih dari setengah hari tanpa listrik, warga di sejumlah kecamatan di Kota Medan mulai merasakan dampak serius pada kehidupan sehari-hari. Tidak hanya aktivitas ekonomi yang terhenti, kebutuhan dasar seperti air bersih dan pengisian daya ponsel menjadi masalah akut sejak Jumat (22/5) malam pukul 18.44 WIB.
Warga Mengungsi ke Kantor dan Kafe Demi Isi Daya Ponsel
Andri, warga Jalan Jermal, Kecamatan Medan Denai, memilih membawa keluarganya ke kantor untuk mengisi daya telepon genggam dan lampu darurat. "Belum hidup juga listriknya. Terpaksalah ke kantor sekalian ngecas HP dan lampu emergensi bersama keluarga," ujarnya kepada wartawan, Sabtu (23/5).
Keluhan serupa datang dari Hendri, warga Kecamatan Medan Tembung. Ia terpaksa keluar rumah dan mencari kafe yang masih memiliki aliran listrik hanya untuk mengisi daya ponsel. "Sampai sekarang lampu belum hidup. Terpaksa keluar rumah cari kafe yang listriknya hidup buat ngecas hape," katanya.
Air Bersih Ikut Padam, Warga Mandi di Masjid
Dampak blackout tidak hanya pada penerangan. Donni, warga Jalan M Yakub, Kecamatan Medan Perjuangan, mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih karena pompa air di rumahnya mati total. "Dari tadi malam mati lampu. Sudah lebih dari 19 jam ini. Listrik mati dan air pun mati. Saya sampai mandi di masjid, enggak tahu lagi mau cari air di mana," ucapnya.
Sementara itu, Iwan, warga Jalan Puri, Kecamatan Medan Area, memutuskan mengungsi ke rumah kerabat yang listriknya masih hidup. "Dari tadi malam sampai saat ini listrik masih mati. Air di rumah kami juga mati. Makanya langsung mengungsi ke tempat saudara yang listriknya hidup," katanya.
PLN Sebut Cuaca Ekstrem Picu Gangguan Transmisi 275 kV
Manager Komunikasi dan TJSL PT PLN (Persero) UID Sumatera Utara, Darma Saputra, menyampaikan permohonan maaf atas gangguan yang terjadi. Menurut penelusuran awal, masalah bermula dari gangguan pada transmisi 275 kV Muara Bungo-Sungai Rumbai akibat cuaca ekstrem yang berdampak pada sistem kelistrikan di beberapa provinsi, mulai dari Aceh hingga Riau.
"PLN terus melakukan percepatan penormalan agar pasokan listrik di wilayah terdampak dapat segera kembali sampai ke pelanggan," kata Darma dalam keterangannya.
Hingga Sabtu (23/5) pukul 10.00 WIB, sebanyak 199 penyulang dari total 540 penyulang terdampak di Sumatera Utara telah berhasil dipulihkan. Namun, warga di Medan Denai, Medan Tembung, Medan Perjuangan, dan Medan Area masih menunggu giliran.
8,3 Juta Pelanggan Sumatera Pulih, Ribuan di Medan Masih Gelap
Secara nasional, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengungkapkan bahwa lebih dari 8,3 juta dari total 13,1 juta pelanggan yang terdampak di seluruh Sumatera telah kembali menikmati listrik pada Sabtu pagi. "Indikasi awal yang muncul, gangguan disebabkan cuaca buruk yang kemudian berdampak pada sebagian sistem kelistrikan Sumatra," jelas Darmawan.
Meski pemulihan terus berjalan, warga Medan yang masih gelap harus bersabar. Belum ada kepastian kapan seluruh wilayah di ibu kota Provinsi Sumatera Utara ini akan kembali terang.