TAPANULI SELATAN — Hujan deras yang mengguyur kawasan Batangtoru sejak Senin (18/5) sore hingga malam memicu longsor di pemukiman padat penduduk. Dua warga yang merupakan ibu dan anak tertimbun material tanah saat tengah beraktivitas di belakang rumah mereka.
Kapolsek Batangtoru AKP Penggar M. Siboro membenarkan bahwa kedua korban hingga saat ini belum ditemukan. “Korban terbawa tanah longsor belum ditemukan. Saat ini proses pencarian masih berlangsung bersama masyarakat,” ujarnya.
Kronologi: Perbaikan Saluran Air Berujung Petaka
Keluarga korban menyebutkan bahwa Yasine dan Sariman pergi ke belakang rumah untuk membetulkan saluran air yang tersumbat. Namun, tanpa diduga, tebing di belakang rumah mereka longsor dan menimbun keduanya.
Peristiwa terjadi saat intensitas hujan sangat tinggi pada sore hingga malam hari. Kondisi tanah yang labil di kawasan perbukitan Batangtoru menjadi faktor utama longsor.
Proses Pencarian Terkendala Cuaca dan Akses Jalan
Tim gabungan dari BPBD Tapsel, TNI, Polri, dan warga setempat dikerahkan untuk melakukan pencarian. Namun, upaya evakuasi berjalan lambat karena hujan masih turun dan kondisi jalan menuju lokasi licin serta sulit diakses.
Petugas menurunkan alat berat untuk membantu proses pembersihan material longsor. Penerangan malam juga disiapkan agar pencarian bisa terus berlangsung tanpa jeda.
“Kami berupaya maksimal. Semoga kedua korban segera ditemukan,” tambah Kapolsek.
Warga Berjaga dan Berdoa di Lokasi
Sejumlah warga sekitar masih bertahan di lokasi kejadian, ikut serta dalam proses penyisiran. Suasana duka menyelimuti Kelurahan Wek I, tempat tinggal kedua korban.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih terus melakukan pencarian dengan harapan kedua korban bisa ditemukan dalam keadaan selamat.